Mensos Temui Calon Siswa Sekolah Rakyat di Banjarnegara
- 25 Mei 2025 16:26 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banjarnegara: Pemerintah terus gencar dengan upaya memutus rantai kemiskinan melalui program unggulan Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan berasrama yang dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Salah satu daerah yang menyatakan komitmen kuat adalah Kabupaten Banjarnegara.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat di Kelurahan Krandegan, Minggu (25/5/2025). Kunjungan ini menandai langkah awal pelaksanaan sekolah berasrama yang memberikan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA, lengkap dengan penguatan karakter dan keterampilan hidup.
“Saya tadi bertemu Ibu Rustini. Beliau adalah single parent, penyandang disabilitas, dan hidup bersama tiga anak dengan penghasilan Rp50 ribu per hari. Rumahnya hanya 2x3 meter. Keluarga seperti inilah yang jadi perhatian penuh Presiden Prabowo,” ungkap Gus Ipul.
Salah satu anak Rustini, Rizky (17), menjadi potret nyata semangat yang tak padam meski dililit keterbatasan. Tinggal di rumah sempit milik PT KAI tanpa listrik dan fasilitas MCK, Rizky sempat putus sekolah. Namun, mimpinya tetap hidup: ingin kembali belajar dan membuka bengkel otomotif suatu hari nanti.
“Setelah lulus dari Sekolah Rakyat, saya ingin jadi orang yang lebih baik dan punya bengkel sendiri. Terima kasih Pak Prabowo dan Pak Menteri,” ujar Rizky penuh harap.
Program Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan gratis untuk anak-anak yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tak ada tes akademik. Yang diutamakan adalah kondisi sosial ekonomi, semangat belajar, dan keinginan kuat untuk bangkit dari kemiskinan.
Pendamping sosial menjaring calon siswa melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), yang rutin digelar tiap bulan. Dari sana, anak-anak yang akan lulus SD atau SMP didata, lalu tim melakukan pendekatan langsung ke rumah mereka.
Tak hanya anak, orang tua siswa seperti Rustini pun akan mendapat bantuan. Pemerintah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi keluarga, termasuk perbaikan rumah dan pelatihan keterampilan.
“Anaknya sekolah, orang tuanya juga diberdayakan. Inilah bentuk kehadiran negara secara utuh,” kata Gus Ipul.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyatakan dukungan penuh atas program ini. Saat ini, 113 anak telah terjaring sebagai calon siswa. Kelas akan ditambah dari dua menjadi empat rombongan belajar. Gedung sementara akan memanfaatkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang sedang direnovasi oleh Kementerian PUPR.
Untuk pengembangan jangka panjang, lahan seluas 7 hektare di Kelurahan Wangon telah disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat jenjang SMP.
Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan—ia adalah gerbang masa depan bagi anak-anak yang nyaris kehilangan harapan. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, program ini diyakini akan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan lintas generasi. (jkw)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....