Wedang Ronde Tetap Eksis Berkat Inovasi Rasa

  • 02 Okt 2026 15:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Di tengah banyaknya minuman kekinian yang digemari anak muda, wedang ronde masih menjadi salah satu minuman tradisional yang bertahan hingga sekarang. Minuman hangat ini tetap memiliki peminat, terutama karena cita rasanya yang khas dan sudah dikenal sejak lama.

Pemilik usaha Ronde Rohmat, Rochmat Sulistiono, mengatakan kuliner tradisional perlu mengikuti perkembangan zaman agar tetap diminati. Menurutnya, pelaku usaha tidak harus menghilangkan rasa asli, tetapi bisa menambahkan inovasi yang sesuai dengan selera konsumen saat ini.

“Ronde ini kan produk legendaris ya, dari zaman dulu sampai sekarang enggak hilang. Tinggal kita sebagai generasi sekarang menyesuaikan dengan kondisi anak-anak zaman now. Kuncinya kita berani berinovasi, menjaga kualitas, dan menjaga tempat jualan tetap bersih,” ujar Rochmat.

Usaha Ronde Rohmat yang sudah berjalan sejak 2013 tersebut kemudian menghadirkan beberapa pilihan rasa untuk menarik konsumen, khususnya anak muda dan mahasiswa. Hal ini dilakukan setelah Rochmat melihat minat masyarakat mulai banyak beralih ke berbagai minuman kekinian.

Selain rasa original, kini tersedia lima varian rasa, yaitu strawberry, durian, cokelat, matcha, dan cappuccino. Varian tersebut menjadi cara Rochmat untuk memadukan wedang ronde yang tradisional dengan rasa yang lebih familiar bagi konsumen muda.

Menurut Rochmat, kehadiran berbagai pilihan rasa tersebut cukup membantu penjualan. Saat ini, konsumennya banyak berasal dari kalangan anak muda dan mahasiswa, sementara peminat rasa-rasa modern juga terus bertambah.

Tidak hanya dari sisi menu, Rochmat juga memanfaatkan teknologi untuk memudahkan konsumen membeli produknya. Pembayaran melalui QRIS serta layanan pesan antar melalui sejumlah aplikasi juga disediakan agar konsumen bisa membeli tanpa harus datang langsung ke lokasi.

“Kita harus mengikuti perkembangan teknologi, enggak boleh ketinggalan zaman. Sekarang kita sediakan pembayaran nontunai lewat Qris, serta bergabung di aplikasi daring seperti ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood. Adanya Qris sangat membantu karena pembeli sekarang banyak yang cuma bawa HP tanpa uang cash,” jelasnya.

Rochmat menilai wedang ronde sebenarnya memiliki keunggulan karena sudah menjadi bagian dari kuliner tradisional. Namun, menurutnya, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan cara penyajian dan tampilan produk agar lebih menarik, bersih, dan nyaman bagi konsumen.

Ia berharap pelaku usaha kuliner tradisional tidak takut melakukan inovasi. Menurutnya, menjaga cita rasa, meningkatkan kualitas kemasan, menjaga kebersihan, serta mendengarkan masukan konsumen menjadi hal penting agar kuliner tradisional tetap dikenal dan diminati generasi muda. (Devi Izzati Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....