Onde-Onde Mini Jadi Penopang Ekonomi Warga Desa Tangkisan

  • 07 Agt 2026 16:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga – Onde-onde sudah lama menjadi salah satu jajanan tradisional yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Makanan berbahan dasar tepung ketan yang dibalut wijen ini diyakini berasal dari Tiongkok dan kini telah berkembang menjadi kuliner yang populer di berbagai daerah. Selain berukuran besar, ada pula onde-onde mini yang menjadi ciri khas Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Bagi warga Desa Tangkisan, onde-onde mini bukan sekadar jajanan pasar. Camilan mungil ini justru menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga. Setiap hari, warga membuat dan menjual onde-onde mini untuk memenuhi permintaan pasar. Dengan harga sekitar Rp.500 per butir, onde-onde mini khas Tangkisan sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari sejumlah kota di Pulau Jawa hingga luar Pulau Jawa

Uniknya, begitu lekatnya jajanan ini dengan kehidupan masyarakat, Desa Tangkisan bahkan memiliki tugu berbentuk onde-onde di pintu masuk desa. Tugu tersebut menjadi ikon yang membuat Tangkisan dikenal sebagai Kampung Onde-Onde.

Salah satu pedagang onde-onde mini, Sulung, mengaku sudah menjalankan usaha ini sejak 2017. Hingga kini, ia masih setia berjualan menggunakan gerobak di pinggir jalan setiap sore.

"Alhamdulillah, jualan onde-onde mini ini sudah sampai Surabaya, Bali, Jakarta, dan beberapa daerah di Jawa Tengah. Saya biasanya mulai jualan di gerobak pinggir jalan sekitar jam empat sore sampai habis. Bagi saya, usaha ini jadi penopang ekonomi keluarga," ungkap Sulung saat ditemui RRI, Jum'at (7/8/2026).

Keberhasilan warga mengembangkan onde-onde mini menunjukkan bahwa usaha rumahan juga mampu menembus pasar yang lebih luas. Dari Desa Tangkisan, camilan sederhana ini tak hanya dikenal sebagai jajanan tradisional, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat. (Fauziyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....