Intisari Edukasi Pelaku Usaha Soal Food Safety
- 20 Jun 2026 19:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO. ID, Banyumas -Toko Intisari Purwokerto Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Food Safety Class Sabtu ( 20/6/2026) sebagai kelas profesional yang ditujukan bagi pelaku usaha pangan, Horeka, bakery, katering, kafe, restoran, dan UMKM pangan di Purwokerto dan sekitarnya. Kegiatan ini digelar sebagai upaya nyata memperkuat sosialisasi keamanan pangan di tingkat daerah, khususnya Banyumas.
Pendiri Intisari Purwokerto Eddy Setio mengatakan food safety bukan lagi isu yang hanya relevan bagi hotel besar atau industri skala nasional. Melainkan kebutuhan mendasar bagi seluruh pelaku usaha pangan.
Pengetahuan mengenai pencegahan kontaminasi, pengelolaan suhu dan penyimpanan makanan, kebersihan staf dan peralatan. Hingga penyusunan SOP dapur yang rapi dan efisien menjadi bagian penting dalam membangun usaha pangan yang profesional dan berkelanjutan.
“Acara ini penting karena memiliki dampak langsung terhadap kualitas usaha peserta sekaligus terhadap kesadaran publik tentang keamanan pangan. Ketika pelaku usaha memahami prinsip food safety dan menerapkannya secara konsisten, maka risiko komplain, produk rusak, retur, hingga potensi keracunan makanan dapat ditekan, sementara kepercayaan pelanggan dan daya saing usaha dapat meningkat,” ujar Eddy Setio.
Untuk memperkuat bobot edukasi, Intisari menghadirkan Stefu Santoso, pakar kuliner nasional yang memiliki pengalaman panjang di dapur hotel dan restoran bintang lima serta di panggung kuliner internasional. Stefu tercatat sebagai mantan Executive Chef ParkLane Jakarta, kini memimpin APREZ Catering & AMUZ Fine Dining.
lanjut Eddy sebagai toko bahan kue dan mitra boga yang telah melayani dunia usaha pangan lsejak tahun 1981 di Purwokerto. Intisari menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmennya untuk naik kelas dari sekadar penyedia bahan menjadi pusat edukasi dan penguatan kapasitas usaha kuliner lokal.
Sementara itu Stefu mengatakan food Safety awal penguatan budaya keamanan pangan di Banyumas, sekaligus menjadi contoh bahwa edukasi yang dekat dengan pelaku usaha lokal dapat memberi dampak nyata bagi kualitas produk, reputasi usaha, dan perlindungan konsumen.
“Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif seperti ini penting untuk mendukung sosialisasi keamanan pangan di Indonesia dari level komunitas usaha, sehingga transformasi standar pangan tidak berhenti di kebijakan, tetapi hidup dalam praktik sehari-hari di dapur-dapur usaha,’ tegas Stefu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....