Mengenal Brekecek Pathak Jahan Kuliner Khas Cilacap
- 23 Apr 2026 09:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kuliner tradisional khas Kabupaten Cilacap, Brekecek Pathak Jahan, terus menunjukkan pesonanya sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner unggulan di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah. Hidangan yang berbahan dasar kepala ikan jahan ini tidak hanya menawarkan kelezatan bumbu rempah yang kuat, tetapi juga menyimpan filosofi budaya masyarakat nelayan setempat yang kaya akan nilai sejarah.
Hal ini terungkap dalam perbincangan program Spada di Pro 2 FM dengan narasumber Arifudin Zuhri dari Paguyuban Mas Mbak Cilacap, Minggu (12/4/2026). Dalam penjelasannya Arif mengenalkan secara mendalam mengenai keunikan hidangan ini yang memiliki nama yang cukup unik.
Istilah "Brekecek" berasal dari dua kata, yakni "Brek" yang berarti diletakkan atau dijatuhkan, dan "Kecek" yang merujuk pada proses mencampur bumbu dengan sedikit air. Sementara itu, "Pathak" dalam bahasa lokal berarti kepala, dan "Jahan" adalah jenis ikan laut yang menjadi bahan utamanya.
Meskipun bahan utamanya adalah kepala ikan yang biasanya dianggap sebagai limbah bagi sebagian orang, di tangan kreatif warga Cilacap, bagian ini diolah menjadi sajian kelas atas. Proses memasaknya pun membutuhkan ketelatenan agar bumbu meresap sempurna ke sela-sela tulang kepala ikan, sehingga memberikan pengalaman bersantap yang unik saat menyesap bumbu dari tulang-tulangnya.
Kepopuleran hidangan ini kini telah meluas hingga ke luar daerah asalnya. Di Purwokerto sendiri, beberapa rumah makan spesialis masakan pesisir mulai bermunculan dan menjadikan Brekecek Pathak Jahan sebagai menu andalan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner lokal mampu bersaing dan tetap relevan di tengah gempuran tren makanan modern.
Bagi wisatawan yang ingin mencicipi hidangan autentik ini, kawasan Pantai Teluk Penyu di Cilacap tetap menjadi destinasi utama untuk menikmati Brekecek Pathak Jahan sambil menikmati suasana pantai. Upaya pelestarian kuliner ini diharapkan dapat terus mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat pesisir sekaligus menjaga identitas budaya lokal melalui sajian meja makan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....