Bakso Amin, Ikon Kuliner Legendaris di Lingkungan Dindik Banyumas
- 10 Apr 2026 16:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Di balik deru kendaraan di Jalan Perintis Kemerdekaan, terdapat satu titik yang seolah tak pernah sepi dari kepulan uap kaldu yang menggoda. Kantin "Bakso Amin", sebuah warung sederhana di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, membuktikan bahwa kualitas rasa mampu mengalahkan tren kuliner kekinian.
Didirikan sejak awal 1980-an, Bakso Amin bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari perjalanan kuliner legendaris Banyumas. Aroma kuah kaldu yang gurih langsung menyambut pengunjung, berpadu dengan tekstur bakso daging sapi yang kenyal dan kaya rasa.
Mila, salah satu pelanggan asal Purwokerto, mengaku baru pertama kali menikmati bakso langsung di tempat.
"Enak, kerasa dagingnya, dan sejak dulu rasanya masih sama. Biasanya saya bungkus, ternyata di sini ramai sekali," ujarnya.
Hal serupa disampaikan pelanggan lama, Djoko Susanto. Ia menilai konsistensi rasa menjadi kunci utama warung ini tetap diminati.
"Rasanya tidak berubah dari dulu. Kuahnya segar, tidak terlalu berlemak, khas bakso ini," katanya.
Pemilik warung, Ahmad Fauzi yang akrab disapa Amin, mengungkapkan usaha ini mulai dirintis sejak 1980. Lima tahun berselang, ia mendapat kesempatan berjualan di lingkungan Dinas Pendidikan Banyumas, yang kemudian menjadi titik berkembangnya usaha tersebut hingga sekarang.
"Bertahan karena kualitas tetap dijaga. Dagingnya harus pilihan, bahan-bahan juga tidak banyak campuran. Kuahnya pakai tulang dan tetelan supaya rasa lebih kuat," jelas Amin.
Ia mengakui, kenaikan harga daging sapi sempat berdampak pada usaha. Namun, penyesuaian harga dilakukan secara bertahap tanpa mengorbankan kualitas. Saat ini, harga seporsi bakso dibanderol mulai dari Rp18 ribu untuk bakso biasa, Rp20 ribu bakso campur, hingga Rp22 ribu untuk bakso urat. Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan sekitar 10 kilogram daging sapi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Amrin Ma’ruf, menilai keberadaan Bakso Amin tak lepas dari ekosistem di lingkungan instansi tersebut.
"Di sini jumlah karyawan memang banyak, dulu sekitar 8.000 pegawai. Selain melayani kebutuhan makan, ini juga bagian dari pemberdayaan UMKM," ujarnya.
Kini, di tengah menjamurnya kuliner modern, Bakso Amin tetap berdiri kokoh sebagai ikon rasa yang tak berubah. Bagi banyak warga Banyumas, semangkuk bakso di tempat ini bukan sekadar makanan, melainkan nostalgia yang selalu ingin diulang. ***
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....