Cimplung Makanan Khas Banyumas dan Cerminan Kearifan Lokal
- 26 Nov 2025 14:26 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto : Cimplung adalah salah satu kudapan tradisional khas Banyumas, Jawa Tengah, yang hingga kini masih menjadi favorit banyak orang. Hidangan sederhana ini memiliki cita rasa manis alami dan aroma harum yang khas, menjadikannya camilan tradisional yang unik dan menggugah selera. Asal Usul nama cimplung berasal dari bahasa Banyumasan yang berarti “tenggelam”. Hal ini merujuk pada cara memasaknya, yaitu singkong atau ubi yang tenggelam (dicemplungkan) ke dalam air nira yang sedang direbus. Cimplung biasanya dibuat di daerah pedesaan Banyumas, terutama pada musim panen singkong atau ketika warga sedang mengolah gula merah dari nira kelapa. Bahan Utama Cimplung dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan: Singkong atau umbi-umbian (seperti ubi jalar), air nira dari pohon kelapa yang masih segar terkadang sedikit tambahan gula merah jika ingin rasa lebih pekat. Cara Pembuatan :
1. Air nira segar dimasak dalam kuali besar dan dipanaskan hingga mendidih.
2. Singkong atau ubi yang sudah dikupas langsung dimasukkan ke dalam rebusan air nira.
3. Rebus hingga singkong empuk, berwarna kecokelatan, dan meresap manis alami dari nira.
4. Setelah matang, cimplung diangkat dan bisa langsung disajikan hangat atau dingin.
Proses perebusan yang lama membuat tekstur singkong menjadi lebih lembut dan menghasilkan rasa manis khas yang tidak terlalu tajam. Cita rasa dan keunikan cimplung memiliki rasa:
1. Manis alami dari nira,
2. Harum karamel yang khas,
3. Tekstur lembut namun tidak hancur
Inilah yang membedakan cimplung dari singkong rebus biasa atau olahan ubi lainnya. Penyajian dan tradisi di Banyumas, cimplung sering dijadikan: camilan harian, sajian saat kumpul keluarga, hidangan saat acara tradisional dan panen serta oleh-oleh khas desa penghasil gula kelapa. Hidangan ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Banyumas dalam memanfaatkan bahan alam sekitar, terutama nira kelapa. Cimplung bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari budaya Banyumas yang menggambarkan kesederhanaan dan kehangatan masyarakatnya. Dengan bahan yang sederhana namun rasa yang istimewa, cimplung tetap menjadi kuliner tradisional yang layak dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....