Dari "Gubug", Cimplung Banyumas Tembus Pasar Mancanegara

  • 21 Okt 2025 15:10 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Di tengah ramainya beragam jenis makanan modern, Gubug Cimplung milik Sukarno (45) di Desa Pasinggangan, Kabupaten Banyumas, hadir dengan panganan tradisional dari bahan baku utama kelapa dan singkong. Usaha yang sudah berjalan selama sekitar dua tahun tersebut menjual berbagai jenis cimplung, mulai dari cimplung kelapa, cimplung singkong, cimplung sukun, dan beberapa jenis lainnya.

Sang pemilik, Sukarno, bercerita bahwa ia dulunya seorang penderes kelapa. Namun, pada tahun 2023, ia berkeinginan untuk mengenalkan cimplung yang kini mulai dilupakan masyarakat.

Meskipun pada awalnya banyak tantangan yang dialaminya, terutama modal, pria yang akrab disapa Karno tersebut tetap konsisten menjalankan usahanya sampai sekarang.

“Modal itu jadi kendala, tetapi tidak mengurangi rasa semangat, karena kaitannya itu makanan tradisional. Kami harus menjaga, selain kami menjaga juga memperkenalkan, lah,” tutur Karno saat diwawancarai RRI, Selasa (21/10/2025).

Hingga saat ini, meskipun belum mendapat bantuan permodalan dari pemerintah desa setempat, Karno mengakui bahwa produk jualannya telah dipasarkan hingga mancanegara, salah satunya ke negara Hong Kong.

Setiap hari, Karno dapat memproduksi cimplung hingga menghabiskan puluhan butir kelapa. Rasa manis yang meresap ke dalam daging kelapa merupakan hasil dari cara pembuatan yang masih alami. Karno mengeklaim bahwa produk yang dibuatnya adalah versi asli dari cimplung Banyumas.

“Tetapi beda, ya, karena cimplung itu ada dua varian. Kalau untuk (produk) Gubug Cimplung sendiri itu asli benar-benar cimplung. Bahan yang masih mentah langsung dimasukkan ke air nira yang sedang direbus,” ucapnya.

Inovasi tak hanya dilakukan pada produknya saja. Saat ini, Karno juga mulai memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jangkauan pasarnya. Dirinya memanfaatkan platform TikTok untuk memasarkan cimplungnya secara online.

“Awal mula emang saya suka hiburan seperti TikTok, YouTube, Facebook. Alhamdulillah setelah viral di TikTok, kami mulai konsisten menggunakannya,” ujar Karno.

Cimplung miliknya yang dijual dengan harga Rp120 ribu rupiah per kilogramnya, banyak dipasarkan ke beberapa kabupaten sekitar, seperti Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, dan Banyumas. Karno berharap, bahwa usaha yang dibangunnya dapat mengangkat makanan cimplung, Desa Pasinggangan, dan nama baik Kabupaten Banyumas. (Arief Muzakki).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....