Bubur Ayam: Diaduk atau Tidak Diaduk?

  • 28 Agt 2025 00:28 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Bubur ayam sudah menjadi salah satu menu sarapan favorit masyarakat Indonesia. Teksturnya yang lembut, gurih kuah kaldu, serta taburan ayam suwir, cakwe, hingga kerupuk membuat hidangan ini digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Namun, tahukah Anda bahwa bubur ayam memiliki beberapa fakta unik? Salah satunya adalah perdebatan cara menyantapnya. Ada yang lebih suka diaduk hingga merata, tetapi ada juga yang memilih menikmatinya tanpa diaduk agar rasa tiap topping lebih terasa. Bahkan, perdebatan ini sering disebut sebagai “perang bubur diaduk atau tidak diaduk” di kalangan penikmat kuliner.

Selain itu, bubur ayam ternyata bukan hanya populer di Indonesia. Hidangan serupa juga bisa ditemukan di berbagai negara Asia, seperti congee di Tiongkok, okayu di Jepang, dan juk di Korea. Meski berbeda bumbu, semuanya memiliki ciri khas yang sama: menyajikan bubur hangat sebagai pengisi energi di pagi hari.

Bubur ayam juga dikenal sebagai makanan yang ramah bagi pencernaan karena teksturnya yang lembut dan mudah dicerna. Tak heran jika banyak orang memilihnya sebagai menu sarapan sebelum memulai aktivitas.

Dengan segala keunikan dan kehangatannya, bubur ayam bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari budaya sarapan masyarakat Indonesia yang penuh cerita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....