Serabi Khas Banyumas, Warisan yang Tetap Hidup

  • 23 Agt 2025 13:36 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Di tengah kesibukan kota Purwokerto, aroma manis serabi tradisional masih bisa ditemui di depan gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (Unsoed). Salah satu penjaga kuliner ini, adalah Niati, yang telah berjualan serabi di lokasi tersebut selama 16 tahun.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam membuat serabi adalah menjaga kualitas bahan, terutama kelapa dan gula, agar rasanya tetap konsisten setiap hari. Meski demikian, pelanggan tetap ramai datang dan beberapa di antaranya sudah menjadi pelanggan setia sejak lama.

"Pengunjung senang datang ke sini karena rasa serabi saya menggunakan beras asli dan kelapa, berbeda dari yang lain. Untuk rasa juga masih sama seperti serabi biasa pada umumnya, tidak ada variasi rasa lain", ujarnya saat diwawancarai RRI.

Serabi buatan Niati dijual seharga Rp3.000 per buah, dan ia berjualan mulai pukul 05.00 WIB hingga habis. Meski menghadapi keterbatasan pelanggan dan bahan, ia tetap mendapat dukungan dari beberapa pelanggan setia.

Pendapatan Niati bervariasi, rata-rata Rp200 ribu per hari dan meningkat pada akhir pekan. Ia tetap konsisten menjaga kualitas serabi dan melayani pembeli setiap hari.

"Kalau saya tidak berjualan, mereka sampai mencarinya ke rumah,” katanya kembali.

Motivasi utamanya tetap menjaga tradisi kuliner lokal. Ia ingin mempertahankan warisan makanan khas Banyumas untuk generasi mendatang. (Riri)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....