Rindu Jadi Rezeki, Mencicipi Bubur Manado di Purwokerto
- 22 Agt 2025 14:50 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Rindu akan kuliner khas kampung halamannya, justru mengantarkan Endang Rismawati (59) menemukan pintu rezekinya. Dia adalah seorang kelahiran Manado, Sulawesi Utara, yang kini menetap di Purwokerto, dikenal sebagai salah satu penjual bubur manado.
Tahun 2017, Endang memilih pindah dari Manado dan menetap di kampung halaman sang suami, yaitu Purwokerto. Sebelum pindah, Endang sempat merantau ke daerah lain seperti Maluku, Ternate, dan Banten untuk bekerja.
Awalnya, ia merasa rindu akan kuliner khas kampung halamannya, namun, ia tidak menemukan penjual bubur manado di Purwokerto. Melihat peluang tidak adanya pesaing, ia mulai berpikir untuk berjualan makanan tersebut.
Pada tahun 2020, ia resmi membuka warung bubur manado di depan Gedung Kopri Purwokerto. Ia mengaku, pada awal penjualan hanya mendapat satu sampai dua pelanggan perharinya.
Tak lama, ia memutuskan untuk pindah ke Taman Pangripta Kranji, Purwokerto Timur, karena melihat peluang lokasi yang lebih strategis. Saat mulai berjualan di taman ini, beberapa content creator meliput dan mempromosikan dagangannya, sehingga warungnya bisa dikenal lebih luas.
“Disini orang pada beli, ngeshare, masuk ke Tiktok, Instagram, akhirnya kan pada tau,” tuturnya, Jumat (22/8/2025).
Endang berjualan setiap hari senin sampai sabtu, mulai pukul 6 pagi hingga dagangannya habis. Harga per porsinya Rp 12 ribu dan Rp 7 ribu untuk setengah porsi.
Resep yang ia gunakan asli dari manado yang ia pelajari sendiri. Namun, resep tersebut disesuaikan kembali dengan selera masyarakat sekitar.
Menurutnya, bubur asli Manado memiliki kuah yang agak encer dengan bahan utamanya yaitu beras, labu, jagung, ubi, serta beberapa jenis sayuran. Sebagai pendamping, biasanya ditambah dengan tahu, ikan roa, dan sambal roa bakasang.
Namun, untuk menyesuaikan selera pembeli, ia membuat kuah yang lebih kental dan mengganti sambalnya dengan sambal terasi. Ikan roa yang sulit dijumpai di Purwokerto juga diganti dengan ikan asin.
Endang berharap bisnisnya dapat berkembang dan bisa berjualan di kios. Ia juga memiliki keinginan untuk menjual makanan khas Manado lainnya. (Mutia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....