Tak Harus Tunai, Infaq Masjid Lebih Mudah dengan QRIS
- 27 Des 2023 10:09 WIB
- Purwokerto
KBRN, Cilacap: Di tengah laju teknologi
yang semakin pesat, berbagai inovasi digital terus bermunculan, membawa banyak
manfaat bagi kemajuan peradaban manusia khususnya di bidang moneter serta
mempermudah berbagai aspek kehidupan. Salah satu perkembangan teknologi yang
memberikan dampak signifikan di bidang moneter adalah peningkatan item bisnis
sebagai inovasi moneter (fintech) dan barang-barang bisnis seperti uang
elektronik (e-cash) dengan sistem cicilan terkomputerisasi ini merupakan
pertanda bangkitnya cashless society. Cashless society sebuah transaksi moneter
yang dilakukan dengan menggunakan uang non-tunai, pola ekonomi ini muncul di
Indonesia oleh otoritas publik pada Januari 2016. Kerangka cicilan elektronik
di Indonesia menjalankan 2 jenis uang elektronik (e-cash) yaitu uang elektronik
berbasis chip dan uang elektronik berbasis server. Melihat masifnya uang
elektronik yang secara umum telah menyabar di masyarakat, Bank Indonesia dan
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menerbitkan Quick Response Code
Indonesian Standard (QRIS) pada tanggal 17 Agustus 2019 dan mulai berlaku
secara efektif pada tanggal 1 Januari 2020 yang telah dituangkan dalam PADG
QRIS No. 21/18/PADG/2019 (bi.go.id/QRIS).
Implementasi QRIS di Indonesia tidak hanya berlaku untuk transaksi pembayaran umum saja tetapi penggunaan QRIS juga memperluas kesempatan untuk masyarakat dalam menyalurkan zakat, infaq, shodaqoh serta sumbangan lainnya ketempat ibadah seperti masjid dan lembaga sosial dengan cara non-tunai. Penggunaan QRIS dalam pembayaran didukung dengan meningkatnya transaksi cashless, pada akhir tahun 2021 Debuti Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyebutkan jumlah pengguna QRIS sebanyak 375 juta transaksi di tahun 2021 meningkat 202,41 % dari tahun 2020 yaitu sebesar 124 juta transaksi (investor.id). Dari data tersebut sudah melebihi target yang dirancangkan oleh Bank Indonesia yaitu sebanyak 12 juta merchant. Namun dari 13,4 juta merchant yang sudah bekerja sama, angka tersebut masih didominasi oleh UMKM yaitu 95% yang artinya penggunaan QRIS untuk layanan donasi masjid masih dikatakan sangat rendah. Akibatnya masyarakat umum atau jama’ah belum memanfaatkan fitur QRIS ini secara maksimal karena belum meratanya QRIS ini di setiap masjid.
Tradisonalnya, saat umat Islam mengunjungi masjid untuk melaksanakan shalat atau kegiatan keagamaan lainnya, membawa uang tunai adalah hal yang umum. Infaq dan donasi seringkali diberikan dalam bentuk fisik, yang kemudian dihimpun oleh petugas masjid. Namun, dengan pesatnya perkembangan teknologi pembayaran, kini QRIS muncul sebagai alternatif baru yang memudahkan proses donasi tanpa harus memasukan uang ke dalam kotak infaq masjid. QRIS dapat dipindahi langsung dari halaman web tanpa perlu mencetak. Sehingga tidak terjadi lagi kehilangan kotak infaq, dan menghindari adanya penipuan yang mengatasnamakan masjid.
Program penggalangan dana infaq dengan sistem kode QR melalui sistem pembayaran non-tunai dan distribusi, supaya transparansi. Dengan QRIS ini, apabila masyarakat berdonasi ke masjid cukup dengan memindai QRIS dengan aplikasinya sendiri tanpa harus berpindah ke aplikasi lain. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi QRIS ini supaya penggalangan dana infaq dapat berjalan lancar dan mudah. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan aplikasi QRIS berbasis web untuk mempermudah memberikan infaq dan menyalurkan dana infaq dari masyarakat sehingga lebih efektif dan efisien.
Langkah-langkah Implementasi QRIS di Masjid:
Sebuah langkah sangat dibutuhkan dalam menggapai tujuan yang sesuai dengan indikator atau perencanaan yag sudah disusun pada sebelumnya. Sehingga dengan langkah-langkah ini tentu membuat kemudahan baik dalam melakukan / pelaksaannya akan lebih teratur, sistematis dan juga harapan keberhasilan akan lebih besar. Adapun langkah-langkah dalam pengimplementasian QRIS di Masjid adalah pendidikan dan sosiolisasi, penyediaan infrastuktur, berkerjasama dengan layanan pembayaran digital, monitoreing dan evaluasi.
- Pendidikan dan Sosialisasi: Pentingnya memberikan edukasi kepada jama’ah mengenai cara menggunakan QRIS dan manfaatnya dalam memberikan infaq. Workshop atau seminar singkat dapat diadakan untuk memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat masjid.
- Penyediaan Infrastruktir: Masjid perlu menyediakan QR Code di tempat-tempat strategis di dalam masjid, seperti pintu masuk, papan informasi, dan tempat lain yang mudah diakses oleh jama’ah. Penggunaan QR Code yang jelas dan mudah diakses akan meningkatkan partisipasi jamaah.
- Kerjasama dengan Layanan Pembayaran Digital: Penting untuk menjalin kerjasama dengan penyedia layanan pembayaran digital. Ini termasuk integrasi QRIS dengan aplikasi pembayaran yang umum digunakan, sehingga jamaah dapat dengan mudah melakukan transaksi.
- Monitoring dan Evaluasi: Setelah QRIS di implementasikan, perlu adanya monitoring dan evaluasi secara berkala. Data seperti jumlah transaksi, jumlah infaq terkumpul, dan respons jama’ah dapat membantu masjid untuk terus meningkatkan pemanfaatan teknologi ini.
Tantangan dan Solusi Implementasi QRIS di Masjid
Adapun tantangan dan solusi implementasi QRIS dimasjid adalah tantangan penerimaan teknologi baru, infrastruktur teknologi yang terbatas dan keselarasan dengan nilai-nilai keagamaan.
- Tantangan Penerimaan Teknologi Baru: Beberapa jama’ah mungkin merasa enggan atau tidak percaya dengan teknologi baru. Solusinya adalah dengan melakukan sosialisasi yang baik dan menyeluruh, mengedukasi jama’ah mengenai manfaat dan keamanan penggunaan QRIS.
- Infrastruktur Teknologi yang Terbatas: Masjid di daerah tentu mungkin menghadapi keterbatasan infrastruktur teknologi. Solusi untuk ini dalah bekerja sama dengan lembaga atau pihak yang memiliki akses ke infrastruktur teknologi yang lebih baik.
- Keselarasan dengan Nilai-nilai Keagamaan: Beberapa jama’ah mungkin merasa bahwa penggunaan teknologi dalam masjid tidak selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Untuk mengatasi ini, perlu ditekankan bahwa teknologi digunakan sebagai sarana untuk mempermudah ibadah dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Berkah digital melalui penggunaan QRIS dalam pengumpulan infaq masjid adalah langkah positif dalam mengikuti perkembangan teknologi. Dengan kemudahan transaksi, rekam jejak transparan, dan integrasi dengan aplikasi pembayaran umum, masjid dapat mengoptimalkan pengumpulan dana untuk keperluan keagamaan. Langkah-langkah implementasi yang tepat, pendidikan kepada jamaah, dan monitoring yang cermat dapat memastikan bahwa QRIS tidak hanya menjadi inovasi yang efektif tetapi juga membawa berkah dalam pengelolaan dana masjid. Seiring dengan perkembangan teknologi, masjid dapat terus menggali potensi inovatif untuk mendukung praktik keagamaan yang lebih modern dan efisien.
Penulis: Ratri Diana - Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....