Cara Stimulasi Oromotor Bayi di Masa MPASI

  • 11 Jun 2024 09:04 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan masa-masa penting yang akan menentukan kesehatan anak di masa depan. Pada pertumbuhan dan perkembangannya, anak akan melewati milestone atau tahap-tahapan tertentu. Oleh karenanya, penting bagi orang tua memastikan tumbuh kembang anak sudah sesuai usianya.

Salah satu kemampuan yang menjadi kunci utama tumbuh kembang anak adalah kemampuan oromotornya. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan makan seorang anak. Jika kemampuan oromotornya dan makannya baik, maka seorang anak akan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk bertumbuh.

Tantangan yang dihadapi oleh orang tua muda muncul saat anak masuk ke fase MPASI. Peralihan dari tekstur lumat ke cincang tentu membuat anak perlu belajar dan beradaptasi dengan perubahannya. Berikut ini beberapa cara untuk stimulasi oromotor buah hati Anda:

  1. Sebelum memberikan makanan untuk anak, pastikan Anda tahu tahapan-tahapan naik tekstur yang direkomendasikan. Di buku KIA yang diberikan oleh fasilitas kesehatan sejak kehamilan, ada panduan terkait tahapan tumbuh kembang anak yang bisa Anda ikuti. Pelajari terlebih dahulu sebelum Anda mempersiapkan menu MPASI anak.

  2. Bagi bayi yang baru belajar makan, Anda bisa memberikan bubur kental dengan tekstur halus. Untuk merangsang kemampuan oromotornya, Anda bisa memberikan bonggol nanas, biji mangga atau batang tebu. Menurut dokter Tan Shot Yen melalui akun instagramnya @drtanshotyen, ia menyampaikan bahwa makanan-makanan ini mampu melatih otot-otot lingkar mulut, pipi, dan rahang.

  3. Pastikan pemberian makanan untuk bayi tidak patah karena bisa berisiko tersedak. Jadi, ukuran buah atau bonggol yang diberikan kepada anak cukup besar digenggam dan tidak mudah patah.

  4. Untuk anak yang lebih besar dengan usia 7 bulan ke atas, Anda bisa memberikan makanan dengan bentuk yang lebih langsing, seperti wortel kukus, buah lunak, potongan telur dadar, serta brokoli. Tujuan pemberian kudapan di usia 7 bulan ke atas adalah membiasakan anak untuk bisa mengunyah dan menelan.

  5. Jika anak Anda mudah merasa jijik dengan tekstur tertentu, maka Anda bisa mencoba melumuri potongan buah dengan parutan kelapa. Hal ini akan membantu anak untuk bisa menoleransi makanan dengan tekstur tertentu.

Itu tadi beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk merangsang kemampuan oromotor buah hati tersayang. Jika anak Anda masih melepeh makanan, jangan panik. Anak di 6-7 bulan masih belajar makan, sehingga ia harus terus berlatih dan dirangsang agar akhirnya mau makan dengan baik. Jadi, jangan patah semangat ketika anak melepeh makanan yang Anda tawarkan. Teruslah mencoba, karena Anda dan anak Anda sama-sama sedang bertumbuh!


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....