JKN Bantu Ngadiarti Lawan Gangguan Penglihatan
- 09 Sep 2026 08:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kebumen - Selama berbulan-bulan, Ngadiarti (58), warga Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, harus menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi penglihatan yang terus menurun. Sempat berusaha mengobati sendiri dengan obat herbal yang dibeli secara daring, kondisi perempuan tersebut justru semakin mengganggu hingga akhirnya ia memutuskan mencari pertolongan medis.
Gangguan awalnya terjadi pada mata kiri Ngadiarti. Penglihatannya perlahan menurun hingga akhirnya mata tersebut tidak lagi dapat digunakan untuk melihat. Karena harus menunggu anak atau adiknya memiliki waktu untuk mengantar, Ngadiarti sempat memilih melakukan pengobatan secara mandiri.
Namun, keluhannya tak kunjung membaik. Mata kanannya kemudian mulai terasa pegal, sementara rasa sakit semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Tak lagi mampu menahan rasa sakit, Ngadiarti akhirnya memeriksakan diri ke puskesmas.
Dari hasil pemeriksaan, Ngadiarti mendapatkan rujukan untuk menjalani penanganan lebih lanjut di rumah sakit. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan mempertimbangkan jarak dari tempat tinggal, mereka memilih RS Purbowangi, Kebumen.
“Karena rumah sakitnya lebih dekat, akhirnya kami memilih ke sini,” ujar Ruminah (50), adik Ngadiarti.
Bagi Ruminah yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga, mendampingi sang kakak mendapatkan perawatan menjadi pengalaman yang berkesan. Terlebih, sebelumnya Ngadiarti belum pernah menjalani rawat inap di rumah sakit.
Selama berada di RS Purbowangi, Ruminah menilai dokter, perawat, dan petugas memberikan pelayanan dengan baik. Ia juga merasa terbantu karena setiap tahapan pelayanan dijelaskan kepada keluarga.
“Pelayanannya baik. Dokter, perawat, dan petugasnya cepat tanggap serta ramah. Kalau kami bertanya juga dijelaskan, jadi kami lebih mengerti,” ungkapnya.
Ngadiarti merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Kepesertaan tersebut memberikan kepastian perlindungan ketika ia membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Keputusan untuk datang ke rumah sakit menjadi langkah penting bagi Ngadiarti setelah cukup lama berusaha menghadapi gangguan penglihatannya secara mandiri. Dukungan keluarga, terutama sang adik, turut membantunya menjalani proses pelayanan kesehatan.
“Saya akhirnya berobat karena sudah tidak kuat menahan sakit. Alhamdulillah sekarang bisa mendapatkan penanganan di rumah sakit,” kata Ngadiarti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....