Capaian CKG Banyumas Capai 42,97 Persen, Hampir 792 Ribu Warga Telah Dilayani

  • 13 Agt 2026 15:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Banyumas menunjukkan perkembangan positif. Hingga minggu ke-32 pelaksanaan, cakupan masyarakat yang telah mengikuti program tersebut mencapai 42,97 persen atau sekitar 791.958 orang.

Ketua Tim Kerja CKG Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas, Supriatin S.Tr.KL, mengatakan capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan pada 2025. Menurutnya, pada 2025 cakupan CKG di Banyumas berada di angka sekitar 40,4 persen.

Sementara hingga memasuki minggu ke-33 pelaksanaan 2026, capaian telah menembus lebih dari 42 persen. “Perkembangannya lumayan bagus. Sampai minggu ke-32 kita sudah ada di angka 42,97 persen, atau sekitar 791.958 orang,” kata Supriatin.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dalam program CKG diberikan secara menyeluruh dan disesuaikan dengan kelompok usia. Pada bayi, pemeriksaan antara lain mencakup skrining hipotiroid kongenital, penyakit jantung bawaan, serta kelainan enzim.

Sementara pada balita dan anak prasekolah, pemeriksaan meliputi indera, tumbuh kembang, kelainan darah, kesehatan kulit hingga skrining penyakit menular. Untuk anak usia sekolah dan pendidikan dasar, jenis pemeriksaan yang diberikan lebih beragam.

Pemeriksaan meliputi antropometri, skrining obesitas, tekanan darah, diabetes, kebugaran, pendengaran dan penglihatan. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan terhadap faktor risiko penyakit menular maupun tidak menular, termasuk hepatitis dan thalassemia.

Supriyatin menyebut Agustus hingga Oktober menjadi periode pelaksanaan pemeriksaan CKG bagi anak sekolah. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal berbagai masalah kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Untuk meningkatkan cakupan peserta, Dinas Kesehatan dan KB Banyumas melibatkan puskesmas serta klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Koordinasi secara rutin dilakukan agar layanan CKG dapat menjangkau masyarakat, baik yang datang langsung ke fasilitas kesehatan maupun kelompok masyarakat yang meminta pelayanan dilakukan di lokasi tertentu.

“Kalau misalnya ada perkantoran kemudian meminta dilaksanakan pemeriksaan kesehatan, teman-teman dari puskesmas atau klinik akan datang melayani di tempat yang sudah ditentukan,” katanya.

Perluasan layanan juga dilakukan melalui posyandu dan puskesmas pembantu hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Selain itu, program CKG diintegrasikan dengan kegiatan pelacakan atau tracing Tuberkulosis (TBC) yang berlangsung mulai Juli hingga akhir Desember.

Dinas Kesehatan dan KB Banyumas juga mengintegrasikan CKG dengan berbagai program kesehatan lainnya, termasuk kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Strategi integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus memperluas cakupan deteksi dini penyakit di Kabupaten Banyumas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....