Cegah Anemia, Ibu-ibu PKK Kalisalak Belajar Olah Pangan Bergizi

  • 12 Agt 2026 10:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Ibu-ibu PKK di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, mendapat edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat sekaligus cara mengolah makanan untuk membantu mencegah anemia.

Kegiatan yang digelar Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) itu berlangsung di Rumah Adat Desa Kalisalak.

Edukasi tersebut diikuti perwakilan ibu-ibu PKK dari lima dusun dan para kepala dusun. Sejak awal kegiatan, peserta tidak hanya mendapat materi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tetapi juga diajak melihat langsung cara mengolah bahan pangan menjadi makanan yang bergizi.

Ketua Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP, Meilani Wiji Astuti, mengatakan kegiatan diawali dengan edukasi PHBS yang disampaikan Ananda Zahwa dan Anfasa Falyu. Materi yang diberikan mencakup kebersihan diri dan lingkungan, kebiasaan hidup sehat, pola makan bergizi seimbang, hingga pencegahan anemia.

“Dalam sesi ini, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, membiasakan perilaku hidup sehat, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta langkah-langkah pencegahan berbagai penyakit, termasuk anemia,” kata Meilani.

Setelah penyampaian materi, peserta diajak mengikuti demonstrasi pembuatan minuman serbuk daun katuk dan snack bar berbahan daun katuk serta anggur. Hasil olahan tersebut kemudian dibagikan kepada peserta untuk dicicipi.

Menurut Meilani, olahan daun katuk diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pangan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dalam upaya pencegahan anemia. Peserta juga mendapat kesempatan untuk melihat proses pembuatannya secara langsung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik memasak menu sehat untuk membantu mencegah anemia. Peserta dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan dusun dan diminta menyiapkan makanan dengan kombinasi sumber zat besi, protein, vitamin C, dan sayuran.

Kelompok pertama mengolah ayam, brokoli, paprika, dan anggur. Kelompok kedua menyiapkan ikan nila, kangkung, tomat, dan jeruk. Kelompok ketiga menggunakan hati ayam, bayam, dan pepaya. Kelompok keempat mengolah daging sapi, tomat, kubis, wortel, dan jeruk. Sementara kelompok kelima memasak ayam, sayur bening daun katuk, dan nanas.

Selama memasak, peserta juga mendapat penjelasan mengenai kandungan dan fungsi bahan yang digunakan. Sumber protein hewani seperti ayam, ikan nila, hati ayam, dan daging sapi mengandung zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh.

Sementara sayuran seperti bayam, kangkung, brokoli, paprika, tomat, kubis, wortel, dan daun katuk melengkapi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat. Buah jeruk, pepaya, anggur, dan nanas dipilih karena mengandung vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi.

Meilani mengatakan peserta terlibat langsung dalam proses menyiapkan bahan hingga memasak. Mereka juga berdiskusi mengenai cara membuat menu bergizi dengan bahan yang mudah ditemukan dan dapat diterapkan di rumah.

“Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta tidak hanya menyaksikan proses memasak, tetapi juga terlibat langsung dalam menyiapkan bahan, mengolah makanan, serta berdiskusi mengenai cara menyusun menu sehat yang mudah diterapkan di rumah dengan memanfaatkan bahan pangan lokal,” ujarnya.

Setelah seluruh masakan selesai, peserta bersama-sama mencicipi makanan yang telah dibuat. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara ibu-ibu PKK Desa Kalisalak dan Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP.

Salah satu peserta, Ratini, menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di rumah. Selain mendapat pemahaman tentang PHBS dan makanan bergizi, kegiatan itu juga menjadi ajang bertemu dengan ibu-ibu PKK dari dusun lain.

“Saya senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini. Selain bisa bertemu dan berkumpul dengan ibu-ibu dari berbagai dusun, saya juga mendapat banyak ilmu baru yang bermanfaat,” kata Ratini.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilakukan karena materi yang diberikan mudah dipahami dan praktik memasaknya cukup sederhana untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....