Teknologi Kesehatan Dinilai Perlu Diimbangi Penguatan Pencegahan Penyakit
- 02 Agt 2026 21:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Pemanfaatan teknologi dinilai akan semakin menentukan arah transformasi layanan kesehatan di masa depan. Namun, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan upaya pencegahan penyakit serta pelayanan yang tetap menempatkan pasien sebagai pusat perhatian.
Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam 7th International Nursing and Health Sciences Conference yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Forum ilmiah tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk berbagi hasil riset dan pengalaman dalam pengembangan layanan kesehatan.
Ketua panitia, Kurnia Ritma Dhanti, mengatakan konferensi dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin untuk membahas berbagai tantangan di bidang kesehatan. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diikuti dengan inovasi yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.
"Melalui forum kolaboratif ini, kami ingin mengubah hasil-hasil diskusi ilmiah mutakhir menjadi langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan secara nyata serta strategi pelayanan kesehatan yang inovatif, dengan tetap menempatkan keselamatan dan kesejahteraan pasien sebagai prioritas utama," ujarnya.
Konferensi tahun ini mengusung tema An Integrated Framework for Health Transformation Based on Technology, Prevention, and Patient-Centered Care. Sebanyak 97 pemakalah dari Indonesia, Vietnam, Filipina, Malaysia, Sri Lanka, Myanmar, dan Inggris berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah akademisi dan praktisi kesehatan dari berbagai negara turut menjadi pembicara, di antaranya dari Filipina, Australia, Taiwan, Eswatini, dan Indonesia. Mereka membahas beragam topik, mulai dari inovasi pelayanan keperawatan, pemanfaatan teknologi kesehatan, hingga penguatan sistem layanan berbasis kebutuhan pasien.
Rektor UMP, Jebul Suroso, menilai perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia kesehatan. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga dan antarnegara diperlukan agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Saat ini kita berada pada titik krusial dalam perkembangan layanan kesehatan global. Integrasi teknologi dan pelayanan yang berpusat pada pasien bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan," katanya.
Ia menambahkan, forum ilmiah menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kerja sama penelitian sekaligus mempercepat adopsi inovasi di bidang kesehatan. Dengan demikian, berbagai hasil riset diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di berbagai negara.
Melalui konferensi tersebut, para peserta juga diharapkan dapat menyusun rekomendasi dan memperluas jejaring kolaborasi guna mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengesampingkan aspek pencegahan penyakit dan kebutuhan pasien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....