Mahasiswa KKN UIN Saizu Gelar Skrining Katarak Gratis
- 01 Agt 2026 09:40 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar skrining kesehatan mata dan edukasi deteksi dini katarak bagi warga Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Balai Desa Gemuruh ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bekerja sama dengan Puskesmas Padamara.
Sasaran utama kegiatan adalah puluhan warga lanjut usia (lansia) yang selama ini rentan mengalami gangguan penglihatan. Selain pemeriksaan mata secara gratis, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai katarak dan pentingnya pemeriksaan medis sebelum menyimpulkan kondisi kesehatan mata.
Pemeriksaan dipimpin langsung oleh dokter dari Puskesmas Padamara, Martanto Budiarto. Ia menjelaskan bahwa skrining ini bertujuan mendeteksi gejala awal katarak sekaligus memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait penyakit tersebut.
"Masih banyak masyarakat yang menganggap setiap pandangan kabur pada usia lanjut pasti disebabkan oleh katarak yang sudah parah. Padahal, kondisi tersebut belum tentu benar dan harus dipastikan melalui pemeriksaan medis," jelasnya.
Berdasarkan hasil skrining, tidak ada peserta yang memerlukan rujukan untuk menjalani operasi katarak. Beberapa lansia memang terdeteksi mengalami katarak, namun kondisinya masih dalam tahap awal sehingga belum memenuhi indikasi untuk tindakan operasi.
Martanto menegaskan bahwa operasi katarak tidak dapat dilakukan sembarangan. Pasien dengan katarak yang belum matang justru berisiko mengalami komplikasi apabila tindakan operasi dilakukan terlalu dini. Karena itu, edukasi mengenai tahapan penyakit dan pentingnya pemeriksaan rutin menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Salah satu peserta, Sudirman (63), mengaku datang dengan perasaan khawatir karena mengira dirinya harus menjalani operasi mata. Namun setelah diperiksa, hasil menunjukkan bahwa kondisi matanya masih baik dan tidak ditemukan indikasi katarak matang.
"Dari hasil pemeriksaan saya justru diberi tahu kalau tekanan darah saya yang tinggi. Saya bersyukur jadi tahu kondisi kesehatan saya dan akan mulai menjaga pola makan agar tekanan darah lebih terkontrol," ujarnya.
Koordinator KKN Kelompok 38 Desa Gemuruh, Irsyad Triadi Ramadhan, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang.
Menurutnya, edukasi kesehatan memiliki dampak jangka panjang yang tidak kalah penting dibandingkan pelayanan medis itu sendiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini dan tidak mudah mengambil kesimpulan berdasarkan anggapan yang belum terbukti secara medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....