Mengenal Sleep Debt: Cara Balikin Energi tanpa Harus Tidur 12 Jam
- 25 Jun 2026 09:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kebiasaan kurang tidur atau dikenal dengan istilah sleep debt (utang tidur), memiliki dampak serius bagi kesehatan mental dan fisik. Hal ini dibahas dalam Obrolan Kesehatan Pro 2 RRI Purwokerto, pakar kesehatan dr. Arfelina Sugiarto, MD.
“Kondisi Sleep Debt ini dapat membuat hidup menjadi amburadul dengan mempengaruhi cara kerja otak, menurunkan kemampuan kognitif, hingga meningkatkan risiko depresi,” ungkap dr. Ina.
“Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar orang dewasa membutuhkan waktu tidur yang ideal, sekitar 7-8 jam. Namun, bagi banyak orang, jam tidur yang kurang sudah menjadi kebiasaan,” ungkapnya.
“Utang tidur adalah kondisi nyata dimana tubuh menagih kekurangan jam istirahatnya. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tidur setiap orang berbeda, ada yang cukup 5-6 jam, namun juga banyak yang membutuhkan 7-8 jam,” ujarnya.
Dampak dari kurang tidur, memiliki korelasi kuat dengan berbagai masalah kesehatan serius seperti ; penurunan kognitif yang mempengaruhi kemampuan belajar seseorang, menyaring informasi dan menurunnya fungsi dalam mengingat. Selain itu dampak yang ditimbulkan juga mempengaruhi kenaikan berat badan atau biasa disebut dengan istilah obesitas. Studi juga menunjukan adanya kaitan antara kurang tidur dengan resiko diabetes dan penyakit jantung.
“Membayar hutang tidur yang sering orang – orang lakukan di waktu weekend saat libur kerja atau aktivitas lainnya, bahwa dari 1 jam kurang tidur, menggantinya sekitar 4 hari,ucapnya. Jadi tidur belasan jam sekaligus tidak bisa mengganti kekurangan tidur yang terakumulasi,” kata dr. Ina.
Diskusi ini juga menyoroti penggunaan gadget yang mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Ahli kesehatan mengatakan bahwa sinar dari layar ponsel dan informasi yang diterima, membuat otak tetap aktif dan terjaga.
Menurutnya, indikator kualitas tidur seseorang bukan soal seberapa lama waktunya tapi kondisi dimana ia bangun dengan waktu yang cukup tapi tubuhnya lelah dan tidak bersemangat tetap mengantuk, ini masuk kedalam kategori tidur yang tidak berkualitas.
dr. Ina menyarankan, untuk meningkatkan kualitas tidur harus disiplin jadwal, tidak bermain gadget 30 menit sebelum tidur,menciptakan suasa kamar yang nyaman, dengan cahaya gelap dan suhu yang sejuk menurutnya ini menjadi salah satu cara memperbaiki kualitas tidur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....