Kenali dan Terima Emosi sebelum Merespons
- 25 Jun 2026 07:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID., Purwokerto – Kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari. Saat menghadapi rasa marah, sedih, kecewa, atau cemas banyak orang cenderung langsung bereaksi tanpa memahami terlebih dahulu emosi yang dirasakan.
Dalam program siaran Ruang Psikologi Pro 1 RRI Purwokerto, Psikolog Imam Faisal H., S. Psi., M.A. menjelaskan bahwa langkah awal dalam mengelola emosi secara cerdas adalah mengenali dan memberi label pada emosi yang muncul dalam diri.
Menurutnya, selama ini banyak orang sering mengabaikan atau bahkan menolak perasaan yang sedang dialami. Padahal, kejujuran terhadap kondisi emosional diri sendiri menjadi kunci untuk menentukan langkah yang tepat dalam merespons suatu keadaan.
“Kalau misalnya ternyata kita sedang sedih, ya akui saja bahwa saya sedih. Emotional labeling ini penting untuk kemudian kita mengetahui emosi ini mau diapakan,” ujarnya.
Setelah mengenali emosi yang muncul, langkah berikutnya adalah menerima keberadaan emosi tersebut. Imam menilai tidak sedikit orang yang sebenarnya sadar sedang mengalami kesedihan atau kemarahan tetapi berusaha menyangkalnya dengan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
“Setelah kemudian kita kenali emosi kita, kita terima. Seringnya kan kita tahu bahwa kita sedang sedih, tapi kemudian kita sering menolaknya. Ah, aku baik-baik saja. Aku kuat misalnya,” katanya.
Menurut Imam, setelah emosi dikenali dan diterima, seseorang dapat mulai memikirkan tindakan yang perlu dilakukan. Respons tersebut tidak harus berupa pelampiasan, melainkan ekspresi yang lebih sehat dan bermanfaat.
“Yang pertama tadi kita melabeli ini emosi apa sih? Yang kedua adalah kita mencoba untuk menerima. Nah, setelah itu kita mencoba mengevaluasi dan memberikan analisis, perlu enggak kita melakukan itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam mengelola emosi seseorang perlu mengenali emosi yang dirasakan, menerima keberadaanya, menentukan respons yang bijak, lalu mengevaluasi apakah respons tersebut baik untuk dilakukan.
Dengan memahami emosi sebelum bereaksi, seseorang dapat lebih mudah menjaga kesehatan mental sekaligus membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....