Alergi pada Anak: Kenali Gejalanya dan Cegah Kekambuhannya

  • 24 Jun 2026 12:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Alergi pada anak menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup anak apabila tidak dikenali dan ditangani dengan baik sejak dini.

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hanni Purbalingga, dr. Muarif, M.Med.Sc., Sp.A, mengatakan bahwa alergi merupakan reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya bagi sebagian besar orang. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto, Selasa , 23 Juni 2026 malam, dengan tema "Alergi pada Anak: Kenali Gejalanya dan Hindari Kekambuhannya".

Dalam siaran tersebut dr. Muarif mengatakan , gejala alergi pada anak dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari gangguan pada kulit, saluran pernapasan, hingga saluran pencernaan.

"Gejala yang sering dijumpai antara lain gatal-gatal, ruam kemerahan pada kulit, bersin berulang, hidung tersumbat, batuk, sesak napas, hingga gangguan pencernaan seperti muntah atau diare setelah mengonsumsi makanan tertentu," ujarnya.

Ia menjelaskan, faktor keturunan menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko alergi pada anak. Anak yang memiliki orang tua dengan riwayat alergi cenderung lebih berisiko mengalami kondisi serupa.

Selain faktor genetik, pemicu alergi yang lain juga dapat berasal dari lingkungan maupun makanan. Menurutnya beberapa pemicu yang umum ditemukan antara lain debu rumah, tungau, bulu hewan, serbuk sari, makanan laut, telur, susu sapi, serta kacang-kacangan

Lebih lanjut, dr. Muarif menekankan pentingnya orang tua mengenali pemicu alergi yang dimiliki anak. Dengan mengetahui faktor pencetusnya, kekambuhan dapat dicegah melalui penghindaran paparan alergen.

"Langkah terbaik adalah mengidentifikasi dan menghindari pencetusnya. Jika alergi dipicu makanan tertentu, maka makanan tersebut perlu dibatasi atau dihindari sesuai anjuran dokter," katanya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak menganggap remeh gejala alergi yang berulang. Pemeriksaan ke dokter diperlukan apabila keluhan sering muncul atau mengganggu aktivitas anak.

Menurutnya, pengendalian alergi tidak hanya bertujuan mengurangi gejala, tetapi juga mencegah komplikasi yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan kronis maupun reaksi alergi berat.

"Orang tua perlu memperhatikan pola makan, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta rutin memeriksakan kesehatan anak apabila memiliki riwayat alergi. Dengan pengelolaan yang tepat, anak tetap dapat tumbuh sehat dan aktif," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....