Jangan Sembarangan! Ini Bahaya Self-Diagnosis dari Informasi Internet

  • 19 Jun 2026 08:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kemudahan mengakses informasi kesehatan melalui internet dan kecerdasan buatan (AI) membuat masyarakat semakin mudah mencari tahu berbagai gejala penyakit. Namun, kebiasaan melakukan self-diagnosis atau diagnosis mandiri tanpa pendampingan tenaga medis dapat menimbulkan risiko yang tidak sedikit.

Diagnosis medis tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan informasi yang diperoleh dari mesin pencari atau AI. Seorang dokterpun perlu melakukan serangkaian tahapan, mulai dari anamnesa atau penelusuran riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, hingga mempertimbangkan berbagai kemungkinan diagnosis sebelum menentukan penanganan yang tepat.

Selain berpotensi menimbulkan kesalahan dalam mengenali penyakit, self-diagnosis juga dapat memicu kecemasan berlebihan. Tidak sedikit orang yang justru menemukan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga berdampak pada kesehatan mental.

“Bahaya self-diagnosis muncul ketika pasien merasa dirinya yang paling benar. Padahal, informasi yang diperoleh dari internet belum tentu sesuai dengan kondisi yang dialami,” dr. Arfelina Sugiarto, MD dalam Obrolan Kesehatan Pro 2 RRI Purwokerto.

Meski teknologi AI dapat membantu menyaring informasi kesehatan, penggunaannya tetap memiliki keterbatasan. AI tidak mampu melakukan pemeriksaan fisik secara langsung dan berisiko menghasilkan informasi yang kurang akurat apabila instruksi atau data yang diberikan tidak tepat.

“Daripada melakukan self-diagnosis, lebih baik langsung berkonsultasi dengan dokter. Jika masih ragu dengan hasil pemeriksaan, masyarakat bisa mencari second opinion atau third opinion dari tenaga medis lain,” tambah dr. Arfelina.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan informasi kesehatan dari internet hanya sebagai sarana edukasi awal, bukan sebagai dasar untuk menentukan pengobatan sendiri. Konsultasi langsung dengan tenaga medis tetap menjadi langkah paling aman dalam menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat. (Dwinanda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....