Keluarga Jadi Benteng Utama Cegah Gangguan Mental Remaja
- 08 Jun 2026 14:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Kesehatan mental pada usia remaja kini menjadi perhatian serius di tengah masifnya penggunaan media sosial. Tekanan untuk memenuhi standar hidup baru yang ditampilkan di dunia maya dinilai menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya fenomena stres dan overthinking di kalangan generasi muda saat ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Yoza Okta S. M.P.S.I., Psikolog, di Cuhartnya Pro 2, pada Selasa (26/5/2026). Menurut Yoza, remaja yang berada dalam masa transisi usia 10 hingga 19 tahun sangat rentan mengalami masalah psikologis akibat paparan media sosial.
"Kenapa zaman sekarang terkesan lebih gampang stres? Salah satunya karena faktor media sosial yang menciptakan standar-standar baru, seperti standar fisik atau gaya hidup nongkrong. Remaja yang merasa tidak sesuai dengan standar tersebut akhirnya menjadi insecure dan overthinking." ujarnya.
Yoza membedakan kondisi psikologis menjadi dua kategori, yakni masalah mental dan gangguan mental. Masalah mental berada pada kategori ringan hingga sedang, seperti stres akademik atau overthinking, di mana individu tersebut sebenarnya masih mampu mengatasinya.
Sebaliknya, gangguan mental berada pada level sedang hingga berat seperti skizofrenia yang ditandai dengan ketidakmampuan membedakan realitas, munculnya halusinasi, serta terganggunya aktivitas dasar seperti makan dan tidur. Untuk mencegah masalah mental berkembang menjadi gangguan yang lebih berat, Yoza menekankan bahwa peran keluarga merupakan modal utama sebagai dukungan sosial (social support).
Keluarga berkewajiban memberikan ruang aman dan dukungan terhadap minat positif anak agar rasa percaya diri mereka tumbuh dengan baik. Jika keluarga kurang mendukung atau justru sering membanding-bandingkan, remaja cenderung menarik diri, memendam emosi (represi), hingga meluapkan keluh kesahnya secara berlebihan (oversharing) di media sosial yang justru berisiko memicu dampak negatif yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....