Waspada Hentavirus: Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya sejak Dini
- 27 Mei 2026 11:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit yang ditularkan melalui hewan, salah satunya adalah Hentavirus. Penyakit yang bersumber dari tikus ini memerlukan perhatian serius karena dapat memicu komplikasi kesehatan yang fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Hal tersebut ditegaskan oleh dr. Choirul Mufied, saat hadir sebagai narasumber dalam program Dialog Kesehatan di Pro 1 RRI Purwokerto pada Selasa pekan lalu. Menurut dr. Mufied, Hentavirus utamanya menular melalui mamalia kecil, khususnya hewan pengerat seperti tikus.
“Jadi penularan ke manusia itu terjadi saat seseorang menghirup udara yang tercemar atau melakukan kontak langsung dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi, penularannya seperti itu, “ terang dokter Mufied.
Ia juga menjelaskan bahwa gejala awal infeksi Hentavirus sering kali mirip dengan flu biasa, sehingga masyarakat kerap mengabaikannya. Gejala tersebut biasanya muncul dalam waktu 1 hingga 5 minggu setelah terpapar virus.
“Jadi yang perlu diwaspadai itu saat ada demam tinggi dan sakit kepala yang mendalam, disertai adanya nyeri otot parah terutama dibagian punggung, paha dan bahu, kadang dalam beberapa kasus juga disertai dengan Lelah yang berlebihan dan ada juga gangguan perncernaan seperti mual, muntah dan diare, “ tambah dokter Mufied.
Ia juga mengeaskan, jika penyakit ini berkembang, pasien bisa mengalami fase kritis yang menyerang paru-paru . Hal ini menurutnya ditandai dengan sesak napas akut karena penumpukan cairan di paru-paru.
“Nah fase ini yang harus kita cegah jangan sampai terlambat," ujarnya.
Menurut dokter Mufied, karena belum ada pengobatan spesifik atau vaksin khusus untuk Hentavirus, Ia menekankan bahwa memutus rantai penularan adalah kunci utama. Pencegahan terbaik dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar tidak menjadi sarang tikus.
“Contoh dengan cara menutup rapat semua celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk tikus, menyimpan makanan dalam tempat tertutup, termasuk tempat sampah pun harus tertutup, dan gunakan alat pelindung saat melakukan pembersihan seperti masker dan sarung tangan, “tegas dokter Mufied.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami demam tinggi yang disertai riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan yang kotor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....