Cek Kesehatan Pranikah Penting untuk Wujudkan Keluarga Sehat
- 06 Mei 2026 10:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin menjadi langkah penting dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang sehat dan berkualitas. Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Purwokerto Timur II, Naluri Widyaningsih Samsiedi, SKM, MKM.
Menurut Naluri, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah memiliki peran besar dari sisi medis. Terutama untuk memastikan kesiapan pasangan dalam membangun keluarga dan memiliki keturunan yang sehat.
“Calon pengantin diharapkan tidak hanya siap menikah, tetapi juga siap memiliki keturunan yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa layanan pemeriksaan kesehatan pranikah di puskesmas mencakup dua aspek utama, yakni promotif dan preventif. Pada aspek promotif, calon pengantin mendapatkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait kesehatan reproduksi, faktor risiko, hingga kesiapan mental.
Sementara itu, pada aspek preventif dilakukan berbagai skrining kesehatan, seperti skrining penyakit menular, kesehatan jiwa, hingga penyalahgunaan napza. Pemeriksaan fisik juga dilakukan, meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta lingkar lengan atas (LILA) khusus bagi calon pengantin perempuan untuk mendeteksi risiko kurang energi kronis (KEK).
"Itu sangat penting karena LILA itu merupakan tanda atau KEK ya, kurang energi kronik. Jadi kalau misalnya LILAnya terlalu kecil, nanti berisiko terhadap kehamilannya," katanya, menjelaskan.
Selain itu, pemeriksaan laboratorium turut menjadi bagian penting, seperti tes darah lengkap, tes urin termasuk deteksi kehamilan, serta skrining HIV dan sifilis yang kini wajib bagi seluruh calon pengantin. Bahkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kondisi yang paling sering ditemukan pada calon pengantin adalah anemia dan KEK, terutama pada perempuan.
Naluri juga mengungkapkan jika masih ditemukan kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) yang menjadi salah satu faktor pasangan memutuskan menikah. Maka dari itu, untuk mendorong kesadaran masyarakat, Puskesmas bekerja sama dengan Kementerian Agama menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat pernikahan.
"Terdapat program Bimbingan Perkawinan (Binwin) yang memberikan pembekalan tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga agama dan pengelolaan ekonomi keluarga," katanya kembali.
Puskesmas juga menyediakan layanan skrining risiko kehamilan serta program cek kesehatan gratis bagi calon pengantin. Terakhir, Naluri menegaskan, pemeriksaan kesehatan pranikah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai syarat administratif, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi keluarga.
“Kesehatan adalah fondasi keluarga. Dengan pasangan yang sehat, diharapkan lahir generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....