Operasi Nol Rupiah, JKN Selamatkan Wartinah

  • 04 Mei 2026 09:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen – Keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan oleh masyarakat, di berbagai wilayah termasuk di wilayah terpencil di Kebumen. Perlindungan finansial sekaligus kepastian layanan medis dirasakan oleh Wartinah (47), perangkat desa asal Dukuh Karanglo, Desa Karangrejo, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.

Wartinah harus menjalani operasi pengangkatan tumor payudara di RS PKU Muhammadiyah Gombong beberapa waktu lalu. Namun, dirinya mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeser pun berkat kepesertaannya dalam program JKN.

Kisah ini bermula sekitar satu bulan lalu. Wartinah mulai merasakan nyeri tidak biasa pada bagian payudaranya. Rasa pegal yang muncul, terutama saat disentuh, membuatnya curiga akan kondisi kesehatannya.

Tanpa menunda, Wartinah memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Dari hasil pemeriksaan awal, dokter menyarankan agar Wartinah segera dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

“Dokter di puskesmas menyarankan untuk segera dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan lebih lengkap. Begitu tiba di rumah sakit, tim medis bertindak cepat. Setelah observasi, saya dinyatakan harus menjalani operasi,” ujar Wartinah.

Meski sempat diliputi kecemasan, pelayanan tenaga medis yang dinilainya humanis membuatnya mantap menjalani operasi. Hasilnya, tumor yang diangkat dinyatakan jinak. Saat ini, Wartinah masih menjalani kontrol rutin setiap dua minggu sekali untuk memastikan kondisinya tetap stabil.

Tak hanya layanan medis, Wartinah juga merasakan kemudahan dari inovasi digital melalui aplikasi Mobile JKN. Ia mengaku kini tak lagi harus mengantre lama di rumah sakit.

“Awalnya saya kira sulit, tapi ternyata mudah. Saya bisa ambil nomor antrean dari rumah, jadi tidak perlu menunggu lama di rumah sakit,” katanya.

Sebagai istri buruh dan ibu dari tiga anak, Wartinah menyadari bahwa biaya operasi bisa menjadi beban berat bagi keluarganya. Namun dengan JKN, biaya semua sudah tercover oleh JKN dan driinya hanya fokus pada proses pemulihan.

“Operasi saya benar-benar nol rupiah. Saya bisa fokus sembuh tanpa memikirkan biaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menilai pengalaman Wartinah menjadi bukti keberhasilan transformasi layanan kesehatan yang tengah dilakukan.

Menurutnya, kesadaran Wartinah untuk melakukan deteksi dini menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan medis.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Ibu Wartinah yang segera memeriksakan diri sejak gejala awal. Ini membuktikan sistem rujukan berjalan dengan baik dan pasien bisa mendapatkan layanan tepat waktu,” ujar Dina.

Dina menambahkan, kemudahan akses melalui Mobile JKN merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang cepat dan tanpa hambatan administratif.

“Kami terus mendorong fasilitas kesehatan untuk memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara tanpa diskriminasi. Biaya nol rupiah yang dirasakan peserta adalah bukti nyata bahwa JKN hadir sebagai solusi agar masyarakat tidak terbebani biaya kesehatan,” jelasnya dalam keterangan yang diterima oleh RRI Purwokerto Senin (4/5/2026).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....