Gen Z Sehat: Gerakan Literasi Mental Health dan Kesehatan Reproduksi Remaja
- 04 Mei 2026 07:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kesehatan mental dan kesehatan reproduksi pada remaja merupakan dua hal yang saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Gejolak hormonal yang terjadi selama masa pubertas tidak hanya memengaruhi perkembangan fisik, tetapi juga berdampak signifikan pada kondisi psikologis remaja dalam menghadapi perubahan tubuh mereka.
Dalam Obrolan Seputar Kesehatan Pro 2 RRI Purwokerto bersama dr. Edy Priyanto, Sp.OB.,Subsp.FER,M.Kes, seorang dokter spesialis kandungan dengan sub spesialis fertiltas endokrinologi reproduksi, menjelaskan bahwa hubungan ini bersifat timbal balik, di mana gangguan pada sistem reproduksi dapat memengaruhi mental, begitu pula sebaliknya. "Gangguan mood, depresi, atau kecemasan yang berat dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi, meskipun faktor gaya hidup dan nutrisi saat ini juga memegang peranan yang sangat besar," tuturnya.
Penting bagi remaja, khususnya perempuan, untuk melakukan self-assesment atau penilaian mandiri terhadap normal tidaknya siklus menstruasi mereka sejak dini. Siklus yang normal berkisar antara 24 hingga 38 hari dengan durasi perdarahan sekitar 2 hingga 7 hari, serta jumlah penggunaan pembalut yang wajar antara dua hingga enam buah per hari.
Salah satu alarm penting yang sering diabaikan adalah nyeri haid yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, yang bisa menjadi indikasi adanya endometriosis, dr. Edi mengingatkan bahwa jika nyeri tersebut baru diperiksakan saat sudah parah, sering kali diagnosis tersebut sebenarnya sudah terlambat sekitar 3 hingga 5 tahun dari kemunculan awalnya.
Edukasi yang tepat dari orang tua dan lingkungan sangat krusial agar remaja tidak merasa takut atau menarik diri saat mengalami perubahan biologis pertama kali. Dengan memahami kondisi tubuh sendiri dan berani melakukan konsultasi medis sejak dini, remaja dapat menjaga kesehatan reproduksi mereka sekaligus memelihara kesejahteraan mental menuju masa depan yang lebih sehat. (Khofifah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....