Waspada sejak Dini, Ginjal Bisa Rusak tanpa Tanda Jelas
- 30 Apr 2026 12:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kerusakan ginjal kerap terjadi tanpa gejala yang jelas di awal, sehingga banyak pasien baru menyadari kondisinya saat sudah memasuki tahap lanjut. Hal ini disampaikan oleh dr. Ghea, Sp. PD, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam, pada program dialog kesehatan di Pro 1 RRI Purwokerto, Selasa (28/04/26).
Dalam dialog tersebut, dr. Ghea menjelaskan bahwa ginjal merupakan organ vital yang memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh. Ginjal bekerja menyaring sekitar 180 liter darah per hari serta berperan dalam mengatur cairan, tekanan darah, elektrolit, hingga membantu pembentukan sel darah dan menjaga kesehatan tulang.
Meski begitu, kerusakan ginjal sering kali tidak disadari karena organ ini memiliki kemampuan kompensasi yang tinggi. Ketika sebagian fungsi ginjal menurun, bagian lain yang masih sehat akan mengambil alih tugasnya.
“Gejala biasanya baru muncul ketika kerusakan sudah mencapai 75 hingga 80 persen,” ujarnya.
Beberapa gejala yang mulai muncul pada tahap lanjut antara lain mudah lelah, pembengkakan pada kaki dan kelopak mata, sering buang air kecil di malam hari, hingga urine berbusa. Namun, pada tahap awal, kondisi ini sering tidak menimbulkan tanda apa pun.
Menurut dr. Ghea, penyakit ginjal kronis umumnya disebabkan oleh penyakit lain, terutama diabetes dan hipertensi. Jika kedua kondisi tersebut tidak terkontrol dengan baik, risiko kerusakan ginjal akan meningkat.
Selain itu, faktor gaya hidup seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurang minum, serta jarang berolahraga juga turut berkontribusi. Ia juga menekankan bahwa usia muda bukan jaminan bebas dari penyakit ginjal.
Untuk deteksi dini, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan sederhana seperti tes urine, cek kreatinin melalui darah, serta USG ginjal. Pemeriksaan ini relatif terjangkau dan dapat membantu mengetahui kondisi ginjal sejak awal.
Selain itu, menjaga pola hidup sehat dapat menjadi langkah pencegahan utama. Kebutuhan cairan harian rata-rata sekitar dua liter atau delapan gelas per hari, tergantung berat badan dan kondisi kesehatan.
dr. Ghea juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kesehatan ginjal, meskipun tidak merasakan gejala. Pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama mencegah kerusakan ginjal yang sering datang secara diam-diam namun berisiko fatal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....