Sering Dianggap Sama: Alergi dan Autoimun, Apa Bedanya? Ini Penjelasan Dokter

  • 29 Apr 2026 08:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Autoimun dan alergi menjadi dua penyakit yang termasuk dalam bidang subspesialis yang sama, yaitu alergi imunologi. Dalam bidang ini, dokter menangani berbagai gangguan yang berkaitan dengan kekebalan tubuh, termasuk alergi atau pun autoimun.

Seperti diungkapkan dr. Gia Pratama Putra dalam podcast di kanal YouTube Raditya Dika, bahwa perbedaan utama keduanya terdapat pada cara sistem imun bereaksi. Pada autoimun, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh itu sendiri, sehingga menimbulkan peradangan. Kondisi ini diibaratkan seperti tentara yang salah menyerang rakyatanya sendiri.

“Sementara itu, sistem imun pada alergi tetap menyerang zat asing penyebab alergi, tetapi reaksinya berlebihan. Zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti debu, bulu hewan, atau makanan tertentu dianggap sebagai ancaman besar oleh tubuh,” jelasnya.

"Akibat reaksi berlebihan tersebut, muncul berbagai gejala seperti sesak napas, asma, gatal, dan bengkak. Contohnya, seseorang yang alergi udang bisa mengalami pembengkakan karena tubuh menganggap udang sebagai ancaman serius," lanjutnya.

Untuk beberapa kasus alergi, dokter dapat melakukan terapi paparan bertahap atau titrasi. Metode ini dilakukan dengan memberikan alergen dengan dosis kecil yang ditingkatkan perlahan agar tubuh belajar beradaptasi.

Meski sering dianggap lebih ringan, alergi maupun autoimun sama-sama bisa mengganggu kualitas hidup. Karena itu, keluhan yang berhubungan dengan sistem imun sebaiknya ke dokter spesialis alergi imunologi agar mendapatkan penanganan yang tepat. (Helmalia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....