Mengganti Pikiran Negatif dengan Cara Pandang yang Lebih Sehat

  • 25 Apr 2026 17:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Pikiran negatif sering muncul tanpa disadari, terutama saat seseorang sedang tertekan atau menghadapi masalah. Dalam psikologi, kondisi ini disebut sebagai distorsi kognitif, yaitu cara berpikir yang cenderung tidak realistis dan memperburuk keadaan emosional.

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk mengatasinya adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yang terbukti membantu seseorang mengenali dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih sehat dan rasional. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyadari pikiran negatif yang muncul.

Banyak orang tidak sadar bahwa mereka sudah terjebak dalam pola pikir otomatis seperti saya tidak mampu atau saya pasti gagal. Menurut penelitian dalam jurnal psikologi Indigenous Universitas Muhammadiyah Surakarta, proses cognitive restructuring membantu individu mengidentifikasi pikiran negatif tersebut sebelum menggantinya dengan pola pikir yang lebih logis dan adaptif.

Setelah menyadari pikiran negatif, langkah berikutnya adalah menantangnya dengan sudut pandang yang lebih realistis. Misalnya, mengganti pikiran saya selalu gagal menjadi saya pernah gagal, tetapi saya juga pernah berhasil dan bisa mencoba lagi.

Penelitian lain dari Jurnal Pendidikan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa teknik restrukturisasi kognitif dapat membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kemampuan individu dalam menghadapi masalah sehari-hari. Selain itu, teknik reframing atau mengubah cara pandang terhadap suatu kejadian juga sangat membantu. Dengan melihat masalah dari sudut pandang yang lebih positif dan konstruktif, seseorang dapat mengurangi emosi negatif yang berlebihan.

Studi dalam jurnal psikologi (jurnal.larisma.or.id) menyebutkan bahwa reframing efektif meningkatkan kemampuan adaptasi dan membantu individu menghadapi situasi sulit dengan lebih tenang. Kesimpulannya, mengubah pikiran negatif bukan berarti mengabaikan masalah, tetapi belajar melihatnya dengan cara yang lebih sehat dan realistis.

Kita bisa latihan yang konsisten seperti CBT, cognitive restructuring, dan reframing. Hal ini akan membentuk pola pikir yang lebih positif sehingga kesehatan mental lebih terjaga dan kehidupan sehari-hari menjadi lebih seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....