Resiko Nyeri Leher Remaja di Era Gadget
- 09 Apr 2026 09:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Nyeri leher merupakan kondisi rasa tidak nyaman atau sakit yang muncul di area leher akibat adanya ketegangan pada otot maupun gangguan pada struktur tulang belakang. Hal ini sering kali dipicu oleh penggunaan gadget yang berlebihan dengan posisi kepala yang menunduk secara terus menerus dalam waktu lama.
dr. Arfelina Sugiarto, MD hadir dalam Obrolan Kesehatan Pro 2 RRI Purwokerto, menyampaikan bagaimana kesehatan remaja di era digital saat ini menghadapi tantangan besar karena menggunakan gadget maupun perangkat elektronik lainnya dengan tidak memperhatikan postur tubuh yang benar.
“Pada posisi tegak, kepala manusia memiliki berat sekitar 5 kg, namun saat menunduk 45 derajat, beban itu bisa melonjak hingga setara dengan 22 kg,” jelasnya.
Paparan gadget secara terus menerus memaksa leher untuk menopang beban kepala yang jauh lebih berat daripada posisi normal, sehingga memicu kelelahan otot yang prematur. Beban mekanis pada tulang leher akan meningkat secara drastis seiring dengan derajat kemiringan kepala saat kita menatap layar ponsel.
Dampak panjangnya, tidak hanya berupa rasa pegal sementara, tetapi juga resiko perubahan postur tubuh bungkuk. Jika tidak segera diperbaiki melalui peregangan, kondisi yang dikenal sebagai text neck (nyeri pada leher) ini bisa menyebabkan penipisan bantalan tulang belakang dan nyeri kronis di masa tua.
Langkah yang dianjurkan yakni dengan menyejajarkan posisi layar gadget dengan tinggi mata. Tidak hanya itu, penting juga untuk menerapkan jeda istirahat setiap 30 hingga 60 menit sekali dengan melakukan peregangan ringan untuk merelaksasi otot bahu. (Khofifah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....