Peran Bapak Disorot, Pendekatan Gender Dinilai Efektif Turunkan Stunting
- 07 Apr 2026 15:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Prevalensi stunting di Kabupaten Banyumas masih berada di angka 16–17 persen, yang sebenarnya sudah di bawah standar WHO sebesar 20 persen. Upaya penurunan stunting kini tidak hanya menitikberatkan pada peran ibu, tetapi juga menyoroti pentingnya keterlibatan bapak dalam keluarga melalui pendekatan berbasis gender yang dinilai efektif mempercepat penurunan prevalensi stunting.
Hal ini diungkapkan oleh Otti Kusumaningsih selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Menurutnya, gender seringkali disalahartikan sebagai tugas-tugas kaum perempuan, namun jika berbicara tentang gender maka didalamnya berisi tugas-tugas sosial yang dilakukan baik oleh perempuan maupun laki-laki.
“Kadang-kadang kita salah kaprah bahwa gender itu hanya tugas kaum perempuan, padahal gender itu ada laki-laki dan perempuan dan kita punya tugas sosial yang sama. Kita setara dan bagaimana aksesnya, kemudian partisipasinya, bagaimana kemanfaatannya, itu harus berimbang,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Selasa, (7/4/2026).
Dalam menindaklanjuti pendekatan gender dalam penurunan stunting tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP (Unwiku) membuat proposal terkait bagaimana gender dan inklusi bisa menjadi strategi penurunanan prevalensi stunting melalui program Bapak SIaga Stunting.
Bapak Siaga Stunting merupakan program yang menekankan peran laki-laki dalam rumah tangga untuk pencegahan stunting, salah satunya seperti budidaya lele tumpangsari sebagai penambahan makanan bergizi untuk anak-anak.
Menurut Otti, kebijakan yang berpihak pada keluarga secara mandiri lebih penting dibandingkan kebijakan kolektiif kolegial.
“Budidaya lele tumpangsari yang di atasnya sayuran di bawahnya ada lele. Itu bisa dijadikan penganan yang cukup sehat untuk penambahan makanan untuk anak-anak bergizi dan kita bisa mendirikan dapur sehat bukan hanya berkelompok tapi secara keluarga,” katanya.
Ia menuturkan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwiku secara konsisten menjalankan proyek kemanusiaan yang berfokus pada penanganan stunting. Otti pun berharap, melalui pendekatan pentahelix bahkan hexahelix, kampus dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menurunkan angka stunting. (Aisha Rahmadanny)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....