Penanganan Awal Kejang Anak: Tetap Tenang dan Bertindak Tepat
- 28 Mar 2026 08:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Demam atau peningkatan suhu tubuh di atas kondisi normal merupakan salah satu tanda bahwa tubuh mengalami gangguan kesehatan, seperti infeksi atau dehidrasi, termasuk pada anak-anak. Terhadap anak yang rentan, jika tidak ditangani dengan baik, demam dapat memicu kejang, terutama pada usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Bersama Purwatiningsih, S.Kep. Ners. – Ketua PC Salimah Kembaran dalam program Jendela Informasi Kita Pro 1 RRI Purwokerto yang membahas topik tentang “Tata Laksana Kejang Pre Hospital”.
“Apabila terdapat riwayat kejang secara genetik, hal ini dapat meningkatkan terjadinya kejang demam terhadap si anak. Ketika ada saudara atau bapak, ibunya, pamanya itu masih satu keluarga ada riwayat kejang saat kecil saat demam itu bisa meningkatkan, memicu terjadinya kejang demam pada si anak,” ujar Purwatiningsih.
Selain faktor genetik, kejang pada anak juga dapat disebabkan oleh faktor prematuritas atau terdapat riwayat prematur saat melahirkan, seperti kurang bulan, berat badan tidak normal yang mengabkibatkan sistem organ tubuh belum sempurna sehingga memicu daya tahan tubuh anak tersebut kurang baik diabandingkan dengan anak-anak yang lahir tidak dengan riwayat prematur.
Kemudian, Purwatiningsih menjelaskan ketika anak mengalami kejang, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan tidak panik. Kepanikan justru dapat membuat penanganan menjadi tidak optimal.
“Yang pertama kita lakukan sikap kita jangan panik, memang kepanikan itu kadang yang membuat kacau semuanya akhirnya kita gak bisa ngapa-ngapain. Anak yang kejang kita empatkan di tempat yang longgar di tempat yang lurus, terus dijauhkan dari benda-benda tajam agar ketika kejang itu tidak terjadi trauma atau misal gejedug,” jelasnya.
Selain itu, posisi anak dimiringkan agar jalan napas tetap terbuka, serta pakaian terutama di bagian leher dilonggarkan. Purwatiningsih menekankan juga bahwa tidak boleh memasukkan apa pun ke dalam mulut anak, seperti jari, sendok, atau memberikan minum, karena berisiko menyebabkan tersedak atau luka.
“Kemudian ketika anak kejang tidak boleh ditahan secara paksa karena dapat memicu cedera, seperti patah tulang,” lanjutnya.
Penanganan awal tetap dilakukan sehingga kejang berhenti, setelah itu anak perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, karen akejang biasanya disertai demam akibat infeksi, baik virus mau pun bakteri. (Helmalia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....