Campak: Kenali Gejalanya dan Cara Pencegahannya

  • 12 Mar 2026 13:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak (Morbilivirus). Tingkat penularan virus ini sendiri cukup tinggi dengan gejala demam tinggi, batuk kering, diikuti dengan mata merah, kemudian muncul ruam atau bintik merah.

Berkaitan dengan hal tersebut, dr. Choirul Mufied – Dokter Klinik Tanjung dalam Dialog Kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto membahas tema “Kenali Gejala Campak dan Cara Pencegahannya“.

dr. Mufied menuturkan bahwa penularan campak itu sendiri melalui kontak droplet, yaitu cairan yang keluar ketika berbicara. Dalam hal ini, ketika seseorang tertular pun tidak langsung menunjukkan gejala, tetapi perlu waktu sekitar 7-14 hari atau proses inkubasi.

“Gejalanya tidak langsung, antara sekitar tujuh sampai empat belas hari. Itu namanya masa inkubasi, ya. Jadi mulai masuknya penyakit sampai menimbulkan gejala. Jadi tidak segera, ya, begitu kontak langsung,“ jelasnya.

Jadi, untuk gejala campak sendiri meliputi demam tinggi, batuk kering, pilek, mata merah berair, kemudian dr. Mufied juga menyampaikan gejala lainnya, yaitu di mulut terdapat bintik keputihan atau bintik koplik. “Jadi kalau ada bintik kopliknya itu, ya ini kemungkinan campak, ya,“ tuturnya.

Selain itu, pada tahap selanjutnya muncul kemerahan mulai dari wajah sekitar kepala, batas antar kulit dan bulu rambut kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

dr. Mufied dalam hal ini menyampaikan pencegahan dari penyakit campak itu sendiri, yaitu dengan imunisasi, memakai masker, menjaga kebersihan tangan, dan memperbanyak minum.

Kalau sudah terkena, dr. Mufied menyarankan untuk isolasi, istirahat tanpa banyak berinteraksi dengan orang lain, dan asupan nutrisi yang mengandung vitamin, serta perbanyak minum agar tidak dehidrasi dan membuat kulit kering.

Dengan demikian, penyakit campak merupakan penyakit yang menular. Namun, tentunya hal ini juga dapat dicegah dengan imunisasi, memakai masker, menjaga kebershian tangan, dan memperbanyak minum. Begitu juga dengan orang yang terkena penyakit tersebut disarankan untuk mengisolasi diri hingga perbanyak asupan cairan. (Helmalia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....