Dinkes Banyumas Gencarkan Cek Kesehatan Gratis, Sasar 1 Juta Warga

  • 03 Mar 2026 09:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut terus di gencarkan sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendorong deteksi dini penyakit.

Hal tersbeut disampaikan Kepala Tim Kerja Cek Kesehatan Gratis Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Supriyatin, S.Tr.KL,. Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan amanat pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“CKG di Kabupaten Banyumas merupakan pelaksanaan kebijakan nasional yang sejalan dengan arah pembangunan dalam delapan Astacita, khususnya pada poin peningkatan sumber daya manusia dan kesehatan,” katanya saat diwawancarai RRI, Selasa (3/3/2026).

Selain itu, program ini juga masuk dalam delapan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win sektor kesehatan. Serta juga menjadi bagian dari 17 program prioritas nasional dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan peningkatan usia harapan hidup.

Di tingkat daerah, program ini selaras dengan visi-misi Kabupaten Banyumas, yakni Banyumas Produktif, Adil, dan Sejahtera (PAS). “Poin sejahtera tentu tidak lepas dari kesehatan. Jadi program ini sangat sinergis antara pemerintah pusat dan daerah,” katanya.

Atin menyebut pada 2026 ini, CKG menargetkan sekitar 1.006.388 warga dari total 1,8 juta penduduk Kabupaten Banyumas untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sasaran program ini mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak prasekolah, siswa SD hingga SMP kelas 9, remaja SMA, usia dewasa 18–59 tahun, hingga lanjut usia di atas 60 tahun.

Pelayanan CKG telah dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas melalui 27 kecamatan. Program ini didukung oleh 40 puskesmas serta 45 klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Semua wilayah sudah terlayani. Masyarakat bisa datang ke puskesmas maupun klinik yang bekerja sama dengan BPJS untuk mendapatkan layanan cek kesehatan gratis,” katanya.

Meski telah berjalan di seluruh wilayah, tingkat partisipasi masyarakat dinilai belum optimal. Supriyatin mengakui bahwa pihaknya masih harus proaktif mendatangi masyarakat.

“Budaya masyarakat kita biasanya datang ke fasilitas kesehatan kalau sudah sakit. Padahal ada alarm-alarm tubuh yang harus diwaspadai sejak dini. Ada juga yang takut jarum suntik atau takut melihat hasil pemeriksaan,” katanya, menjelaskan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Kesehatan untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri. Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri.

Pemeriksaan kesehatan rutin minimal setahun sekali dinilai penting untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak awal. “Ayo datang ke fasilitas kesehatan tidak harus menunggu sakit. Selagi masih sehat, lakukan pemeriksaan setahun sekali. Ini seperti payung sebelum hujan,” ujarnya.

Melalui program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berharap masyarakat Kabupaten Banyumas semakin sadar pentingnya deteksi dini dan menjaga pola hidup sehat, sehingga angka kesakitan dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....