Jangan Asal Manis, Ini Alasan Medis Berbuka Puasa dengan yang Manis Menurut Dokter

  • 27 Feb 2026 14:01 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID,Purwokerto - Tradisi berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Namun, di balik kebiasaan tersebut, terdapat alasan medis yang sangat krusial bagi pemulihan kondisi tubuh setelah belasan jam menahan lapar dan dahaga.

Menjawab pertanyaan pendengar dalam siaran dialog kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto Selasa pekan lalu, Dokter Choirul Mufied, menjelaskan bahwa anjuran mengonsumsi makanan manis saat berbuka bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan untuk mengembalikan kadar glukosa dalam darah secara cepat.

Menurut dokter Mufied, selama berpuasa, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah karena tidak ada asupan nutrisi yang masuk. Menurutnya glukosa adalah sumber energi utama bagi otak dan otot agar dapat berfungsi secara optimal.

"Jadi saat kita berpuasa sekitar 13 hingga 14 jam, cadangan glikogen atau gula otot kita menurun. Nah makanan manis, terutama yang mengandung gula sederhana, akan lebih cepat diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi," ujar dr. Mufied.

Meski dianjurkan, Ia memberikan catatan penting mengenai jenis manis yang dikonsumsi. Beliau menyarankan agar masyarakat tidak berlebihan dalam mengonsumsi gula pasir atau pemanis buatan yang dapat memicu lonjakan gula darah secara drastis .

“ Saran saya lebih baik sumber manis itu dari kurma, buah segar, atau madu karena ketiga hal ini mengandung serat dan gula alami yang stabil diserap oleh tubuh, termasuk adanya kadar air yang tinggi, serta merupakan pemanis alami yang kaya antioksidan, “ Tambah dokter Mufied.

Lebih lanjut, dr. Mufied juga mengingatkan agar momen berbuka tidak dijadikan ajang balas dendam dengan makan berlebihan. Mengonsumsi makanan manis secukupnya sudah cukup untuk memberikan sinyal kepada sistem pencernaan agar mulai bekerja kembali setelah beristirahat seharian.

"Yang tepat saran saya yaitu bebruka dengan bertahap. Jadi kita mulai dengan yang manis dan ringan, beri jeda, baru kemudian masuk ke makanan berat agar lambung tidak kaget," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....