Cegah Pneumonia dengan Imunisasi PCV

  • 25 Feb 2026 08:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Tingginya angka kematian akibat Pneumonia di Indonesia khususnya Banyumas, masih menjadi yang perhatian serius untuk praktisi kesehatan. Pneumonia merupakan inflamasi akut yang mengenai jaringan paru-paru ditandai dengan demam, kemudian terdapat kesukaran bernafas yang ditemui pada bayi dan balita, dan adanya tarikan dinding di dada masuk ke dalam yang menyebabkan udara berkurang.

Dalam program Jelita Pro 1 RRI Purwokerto, bersama Suratmi Amd.Keb, seorang Bidan sekaligus Ketua PD Salimah Kab. Banyumas, menegaskan bahwa imunisasi PCV merupakan langkah efektif untuk menekan risiko Pneumonia.

“Angka Pneumonia di Indonesia, khususnya Kabupaten Banyumas masih menjadi angka tertinggi untuk kematian bayi dan balita, padahal angka kematian itu bisa kita cegah dengan imunisasi PCV,” ujarnya.

Pneumonia ditandai dengan batuk, demam, kemudian ada kesukaran bernafas, terutama ditemui pada bayi dan balita, di mana adanya tarikan dinding dada yang masuk ke dalam. Pneumonia dapat menyerang berbagai kalangan, baik perempuan maupun laki-laki. Penyebab Pneumonia disebabkan oleh bakteri, jamur, dan yang terbanyak oleh streptokus Pneumonia atau Streptokus Pneumococus dan Hemopilus Influenza. Penularannya melalui cairan yang keluar dari batuk ataupun bersin. Sehingga penderita Pneumonia diharuskan memakai masker.

Pemerintah telah menggratiskan imunisasi PCV sejak akhir tahun 2022 di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Imunisasi diberikan dalam tiga dosis, yakni pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan dosis lanjutan pada usia 12 bulan.

Selain imunisasi, faktor lingkungan seperti menjauhkan anak dari asap rokok, memberikan ASI ekslusif kepada anak, dan menjaga kebersihan rumah dengan ventilasi yang baik. Ibu Suratmi berpesan supaya orang tua tidak ragu memberikan imunisasi meski dilakukan bersamaan dengan vaksin lain. “Imunisasi PCV ini merupakan usaha pencegahan terbaik untuk melindungi buah hati bapak ibu semua dari Pneumonia,” tutur beliau sebagai penutup. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....