Dinkes Pastikan Banyumas Nihil Kasus Virus Nipah

  • 20 Feb 2026 14:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Virus Nipah kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan kasus di sejumlah wilayah. Meski begitu, virus ini bukan tergolong baru di Indonesia dan sudah lama dikenal di dunia medis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sito Hatmoko menyatakan untuk wilayah Jawa Tengah, khususnya Banyumas, hingga saat ini belum ditemukan kasus tersebut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan.

“Virus Nipah itu sebenarnya sudah lama ada, hanya saja sekarang kembali ramai karena ada laporan kasus. Untuk Banyumas sampai hari ini masih aman, mudah-mudahan tidak ada,” tuturnya kepada RRI.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Inang utamanya adalah kelelawar buah yang dapat menyebarkan virus melalui urin atau kotoran yang menempel pada buah maupun nira.

Selain dari kelelawar, penularan juga bisa terjadi melalui hewan perantara seperti babi yang telah terinfeksi. Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi menjadi salah satu faktor risiko penularan.

“Penularannya tidak harus kontak langsung dengan kelelawar, tapi bisa lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kalau sampai menyebabkan radang otak, angka kematiannya bisa 30 persen sampai 40 persen,” ujarnya.

Hingga kini belum tersedia vaksin untuk virus Nipah. Masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh, mencuci buah dengan air mengalir atau mengupasnya sebelum dikonsumsi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala dan memiliki riwayat konsumsi makanan berisiko. (Ilham Ramdhani).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....