DKK Banyumas Tingkatkan Kewaspadaan Super Flu

  • 28 Jan 2026 11:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banyumas memastikan hingga awal tahun 2026 belum ditemukan kasus super flu di wilayah Kabupaten Banyumas. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi DKK Banyumas, Ahmad Chairul Hamdi, S.K.M., M.K.M.,.

Chairul mengatakan tren super flu sempat meningkat secara nasional pada akhir tahun 2025. Namun, Banyumas saat ini masih berada dalam kondisi aman.

“Super flu mulai meningkat di akhir tahun 2025 dan terdeteksi sejak Agustus, tetapi sampai akhir 2025 hingga awal 2026 ini alhamdulillah belum ada kasus di Banyumas. Di Jawa Tengah sendiri baru ada satu kasus, yaitu di Kota Semarang,” katanya.

Meski demikian, DKK Banyumas tetap melakukan pemantauan ketat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), sebuah aplikasi dari Kementerian Kesehatan yang digunakan untuk memantau penyakit berpotensi wabah. Seluruh 40 puskesmas di Banyumas telah aktif melaporkan data melalui aplikasi tersebut, sementara 18 dari 25 rumah sakit juga telah menggunakan SKDR.

Melalui sistem tersebut, DKK Banyumas dapat memantau perkembangan kasus hingga tingkat kecamatan. Chairil juga mengungkapkan bahwa pada September hingga Oktober 2025 lalu sempat terjadi peningkatan kasus influenza di beberapa wilayah.

Seperti Purwokerto, Cilongok, Sokaraja, dan Wangon, meski tidak berkembang menjadi kasus super flu. "Tepatnya di bulan September-Oktober memang ada kenaikan kasus influenza tepatnya di wilayah Purwokerto, kemudian di Cilongok, di Kecamatan Sokaraja, dan di Kecamatan Wangon," katanya.

Terkait kelompok rentan, DKK Banyumas menyebutkan bahwa bayi dan balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit penyerta (komorbid). Seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung menjadi kelompok yang paling berisiko tertular dan mengalami kondisi lebih berat.

"Untuk kelompok yang rentan terhadap penularan ini secara umum adalah bayi dan balita, kedua, ibu hamil. Kemudian ketiga, lansia dan kelompok keempat adalah orang dengan penyakit penyerta atau komorbid," katanya, menjelaskan.

Maka dari itu, untuk mencegah penularan, DKK Banyumas mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada dengan menjaga kondisi tubuh tetap fit. Upaya yang dianjurkan antara lain mengonsumsi makanan bergizi, cukup minum, istirahat 7–8 jam per hari.

Serta juga rutin berolahraga minimal 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker terutama saat berada di kerumunan, serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. 

“Super flu disebabkan oleh virus dan termasuk penyakit yang bisa sembuh sendiri jika imunitas tubuh baik,” ujar Chairul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....