Hijrah dari Rokok: Refleksi Kesadaran dan Niat Suci

  • 21 Jan 2026 08:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Upaya menghentikan kebiasaan merokok bukan sekadar perjuangan fisik melawan adiksi, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang mendalam. "Refleksi Islami Mantan Perokok: Dari Niat Menuju Kesadaran", demikian judul topik Program Tasbih yang disiarkan Pro 2 FM berlangsung beberapa waktu lalu.

Diskusi ini menghadirkan perspektif mantan perokok sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin lepas dari ketergantungan tembakau. Aufannuha Ihsani, M.A sebagai narasumber pada dialog tersebut menekankan bahwa perubahan perilaku yang langgeng harus dimulai dari niat yang murni karena Allah SWT.

Niat bukan hanya sekadar ucapan di bibir, melainkan komitmen batin yang kuat. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian dari amanah (titipan) Tuhan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

"Niat adalah lokomotif dari setiap amal perbuatan, ketika seseorang meniatkan berhenti merokok sebagai bentuk rasa syukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan, maka beban berat saat proses berhenti akan terasa lebih ringan karena ada nilai ibadah di dalamnya," ungkapnya.

Selain niat, aspek kesadaran atau self-awareness menjadi kunci penting lainnya. Merefleksikan kembali dampak merokok, tidak hanya bagi diri sendiri secara medis, tetapi juga dampak bagi orang di sekitar (perokok pasif) serta aspek pemborosan (tabzir) yang dilarang dalam ajaran agama.

Proses refleksi ini diharapkan mampu mengubah cara pandang seseorang: dari yang semula merasa "terpaksa" berhenti karena aturan atau penyakit, menjadi "sadar" untuk berhenti demi kualitas hidup dan ketaatan spiritual. Perubahan tidak terjadi dalam semalam, namun dengan lingkungan yang mendukung dan pendekatan spiritual seperti memperbanyak zikir dan doa, hambatan psikologis saat berhenti merokok dapat teratasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....