Bahaya Post Herpetic Neuralgia: Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 17 Sep 2025 08:38 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Post Herpetic Neuralgia (PHN) atau neuralgia pascaherpes kini menjadi perhatian serius di kalangan tenaga medis. Kondisi ini merupakan komplikasi jangka panjang dari infeksi herpes zoster atau yang lebih dikenal dengan cacar api/ ruam ular.

PHN ditandai dengan nyeri hebat dan menetap pada area kulit yang sebelumnya terkena ruam herpes zoster. Menurut para ahli, rasa nyeri dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun meski ruam kulit telah sembuh. Nyeri tersebut biasanya bersifat menusuk, terbakar, atau berdenyut, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari pasien.

dr. Diana Novitasari, Sp.PD, K-EMD, FINASIM dalam akun Tiktoknya menjelaskan, PHN terjadi akibat kerusakan saraf yang ditimbulkan oleh virus varicella zoster. Virus ini sebenarnya juga penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus akan tidur di dalam tubuh, lalu bisa aktif kembali bertahun-tahun kemudian dalam bentuk herpes zoster.

“Sekitar 10–20 persen pasien herpes zoster berisiko mengalami PHN, terutama pada usia lanjut di atas 50 tahun. Faktor lain seperti daya tahan tubuh yang lemah dan keterlambatan penanganan juga dapat meningkatkan risiko,” jelasnya.

Penanganan PHN umumnya dilakukan dengan obat-obatan pereda nyeri saraf, seperti antikonvulsan, antidepresan tertentu, hingga patch atau salep anestesi lokal. Namun, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Vaksinasi herpes zoster terbukti mampu menurunkan risiko kejadian PHN secara signifikan.

Masyarakat dihimbau untuk lebih waspada terhadap gejala awal herpes zoster, seperti rasa nyeri, gatal, atau kesemutan di satu sisi tubuh yang kemudian di ikuti ruam melepuh. Segera berkonsultasi dengan dokter dalam 72 jam pertama sangat disarankan agar terapi antivirus dapat diberikan tepat waktu, sehingga komplikasi PHN bisa diminimalkan.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai PHN, diharapkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan semakin tinggi, sehingga kualitas hidup pasien dapat lebih terjaga. (Erika)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....