Penjualan Jamu Tradisional di Purwokerto, Mulai Sepi
- 01 Sep 2025 14:57 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Penjualan jamu tradisional di purwokerto, Kabupaten Banyumas terus mengalami penurunan sejak berakhirnya pandemi COVID-19. Penurunan omset ini dirasakan hampir semua pedagang jamu di Purwokerto.
Eli, salah satu penjual jamu yang terletak di Jl. Kauman Lama, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, menjual berbagai jenis jamu mulai dari kunir murni, kunir asem, kunir sirih, beras kencur, temulawak, gula asem, uyup-uyup, paitan atau godogan, cabe puyang, sepetan, empon madu, hingga wedang rempah seperti sereh, jahe, wedang uwuh, dan jeruk nipis. Namun menurut Eli, produk terlaris saat ini adalah kunyit asem dan cabe puyang.
“Ada temulawak, kunyit asam, kunyit sirih, cabe puyang, sepetan untuk Ibu-ibu, terus beras kencur, ada uyup-uyup untuk ibu menyusuri, macem-macem. Jamur kodok juga ada,” ujar Eli.
Harga jamu yang ditawarkan bervariasi, tergantung bahan baku yang digunakan. Untuk jamu kunyit asem dan beras kencur dibanderol mulai Rp13.000 per botol, sedangkan cabe puyang sekitar Rp20.000, dan jamu sepetan mencapai Rp30.000.
“Kunyit asam, beras kencur, temulawak itu mulai Rp13.000-an, kalau cabai puyang Rp20.000, sepetan majakani Rp30.000, godogan Rp20.000. Ya disesuaikan dengan bahannya, lebih mahal karena bahannya,” tambah Eli.
Eli mengungkapkan, sejak tiga bulan terakhir penjualan jamunya menurun drastis. Kondisi ini juga dirasakan pedagang jamu lainnya di Purwokerto yang mengalami nasib serupa pasca-pandemi. Ia berharap masyarakat tetap melestarikan jamu tradisional sebagai minuman sehat dan warisan budaya Indonesia. (Hanan Ma'ruf)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....