Jenis-jenis Sakit Kepala dan Penyebabnya

  • 24 Mei 2025 10:39 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Sakit kepala merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dialami masyarakat. Namun, tidak semua sakit kepala memiliki penyebab dan karakteristik yang sama. Menurut penjelasan medis, sakit kepala terbagi menjadi beberapa jenis yang masing-masing memiliki faktor pemicu berbeda.

Sakit kepala primer terjadi bukan karena penyakit lain, contohnya adalah migrain, tension-type headache (sakit kepala tegang), dan cluster headache. Sementara sakit kepala sekunder muncul sebagai gejala dari kondisi medis tertentu, seperti infeksi, tekanan darah tinggi, atau cedera kepala. Berikut beberapa jenis sakit kepala :

1. Migrain

Migrain ditandai dengan nyeri berdenyut, biasanya hanya pada satu sisi kepala, disertai mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Penyebab: Migrain diduga berkaitan dengan perubahan aktivitas otak dan faktor genetik, serta dapat dipicu oleh stres, kurang tidur, makanan tertentu, atau perubahan hormonal.

2. Sakit Kepala Tegang (Tension-Type Headache)

Jenis ini adalah yang paling umum. Rasa sakitnya seperti tekanan atau ikatan di sekitar kepala.

Penyebab: Sering disebabkan oleh stres, kelelahan, atau posisi duduk yang buruk dalam waktu lama.

3. Sakit Kepala Cluster

Jenis ini lebih jarang, tapi sangat menyakitkan, dan terjadi dalam pola atau “klaster” waktu tertentu.

Penyebab: Belum diketahui pasti, tapi diduga melibatkan hipotalamus. Lebih sering menyerang pria dan bisa dipicu oleh alkohol atau merokok.

4. Sakit Kepala Sekunder

Contoh penyebabnya antara lain sinusitis, tekanan darah tinggi, infeksi, tumor otak, atau konsumsi obat berlebihan.

Penting: Sakit kepala jenis ini harus dicermati karena bisa menjadi tanda penyakit serius.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Neurology tahun 2022 menunjukkan bahwa lebih dari 50% populasi dunia mengalami bentuk sakit kepala dalam satu tahun terakhir, dengan migrain menjadi penyebab utama gangguan produktivitas di usia kerja. Penting untuk mengenali jenis sakit kepala dan tidak mengabaikannya, terutama jika disertai gejala lain seperti penglihatan kabur, muntah hebat, atau kelumpuhan.

Masyarakat dianjurkan untuk menjaga pola tidur, mengelola stres, dan memeriksakan diri ke dokter jika sakit kepala sering kambuh atau semakin parah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....