Kabupaten Purbalingga dan Lombok Barat Terpilih Jalankan Program SPHERES

  • 10 Apr 2025 08:39 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purbalingga: Purbalingga dan Lombok Barat terpilih sebagai lokasi pelaksanaan program SPHERES (Scalable Public Health Empowerment Research and Education Sites), sebuah inisiatif dari Oxford University dan Kementrian Kesehatan RI. Program ini bertujuan mendigitalisasi sistem informasi kesehatan melalui OUCRU agar sejalan dengan pilar transformasi kesehatan nasional.

Ketua Tim Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Purbalingga, drg. Nia Ismiratri, MHPM, menyebut bahwa program SPHERES bertujuan mengintegrasikan berbagai aplikasi data kesehatan ke dalam satu platform yang efisien sebagai dasar pengambilan kebijakan. Output utamanya berupa PHDT (Public Health Data Tieter), sebuah command center yang menampilkan data kesehatan secara real time dan memberi rekomendasi penanganan saat ditemukan masalah.

Ia mengatakan, program SPHERES tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tetapi juga pada pemanfaatannya secara langsung melalui sistem terintegrasi. Data yang diinput sekali oleh petugas lapangan akan otomatis masuk ke berbagai aplikasi, sehingga pelayanan menjadi lebih efisien dan kondisi kesehatan masyarakat lebih mudah dipantau.

“Dengan adanya sistem PHDT dimana data itu langsung ke puskesmas yaitu langsung muncul di PHDT tersebut. Nah itu akan mempermudah kami sebagai pengambil kebijakan untuk menetapkan kebijakan apa yang tepat di masyarakat itu,” ucap Nia Ismiratri.

Lebih lanjut, keberhasilan program SPHERES ditentukan oleh sinergi antar sektor. Berbagai pihak seperti pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, serta sejumlah OPD termasuk Diskominfo, Dinpermasdes, Bappelitbangda, serta Bakeuda tergabung dalam tim intersectoral yang dibentuk melalui SK Bupati. Tim ini memiliki peran penting dalam menjamin kelanjutan program meskipun pendampingan dari OUCRU hanya berlangsung selama satu tahun.

Nia Ismiratri menambahkan, sebagai proyek global pertama dengan konsep ini, pelaksanaan SPHERES di Indonesia tentu menghadapi berbagai tantangan, terutama karena waktu persiapan yang singkat sejak tahap kompetisi hingga pengumuman pemenang, Meski harus cepat memenuhi berbagai persyaratan, tantangan tersebut menjadi pijakan awal menuju sistem kesehatan digital yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.

“Harus step by step tanpa harus mengesampingkan prosedur, protokoler, dan sebagainya kan itu butuh waktu tapi kita dituntut cepat itu menjadi tantangan tersendiri,” ujar Nia Ismiratri. (Amelia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....