Sering Kesemutan Gejala Penyakit Apa? Ini Penjelasannya

  • 04 Des 2024 16:21 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas : Kesemutan atau dikenal dengan istilah medis parestesia adalah sensasi yang membuat bagian tubuh terasa geli, mati rasa, atau seperti tertusuk-tusuk jarum, terutama di tangan, kaki, atau jari. Meski sering dianggap hal biasa, jika kesemutan terjadi berulang kali, ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Berikut beberapa penyebab umum kesemutan.

“Mengalami kondisi patologis, fisiologis itu normal. Misalkan ada suplai pembuluh darah yang di tekan. Jadi daerah tersebut kekurangan pasokan darah. Jadinya parastesi atau kebas yang terjadi”, menurut Dr. Tirta.

Yang kedua ada penekanan pada saraf, misalkan di lengan tangan ada saraf dan persilangan saraf, terus di tekan nah ada nanti kesemutan , kalau tidak di lengan ini terbentur malah kesetrum itu akibat fisiologis.

Tapi ada juga menandakan kondisi patologis. Contoh orang-orang yang memiliki gangguan atau penyakit stroke kisemi atau penyempitan pembuluh darah pada otak itu bisa menyebabkan gangguan perestesi pada Sebagian tubuhnya. Jadi lebih gedebel atau kebas.

1. Posisi Tubuh yang Salah

Penyebab paling umum kesemutan adalah posisi tubuh yang tidak ideal, seperti duduk terlalu lama dengan kaki terlipat atau tidur dengan tangan tertindih. Hal ini dapat menghambat aliran darah atau menekan saraf. Saat posisi diperbaiki, darah kembali mengalir normal, sehingga muncul sensasi kesemutan.

2. Kekurangan Nutrisi Penting

Kekurangan vitamin seperti B1, B6, B12, atau mineral seperti magnesium dapat memengaruhi fungsi saraf. Nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan saraf. Jika tubuh kekurangan, saraf bisa terganggu, yang salah satu tandanya adalah kesemutan berulang.

3. Masalah pada Saraf

Kesemutan yang sering terjadi bisa jadi tanda adanya gangguan saraf, misalnya neuropati perifer, yang disebabkan oleh diabetes, cedera, atau gangguan autoimun. Jika kesemutan disertai gejala lain seperti nyeri atau mati rasa, sebaiknya segera periksa ke dokter.

4. Aliran Darah Tidak Lancar

Gangguan sirkulasi darah, seperti penyempitan pembuluh darah atau arteriosklerosis, dapat menyebabkan bagian tubuh tertentu tidak mendapat cukup pasokan darah. Hal ini memicu kesemutan. Selain itu, gaya hidup tidak sehat, seperti merokok atau pola makan buruk, juga bisa memperparah kondisi ini.

5. Efek Obat atau Penyakit Serius

Beberapa obat, seperti kemoterapi atau antibiotik tertentu, memiliki efek samping berupa kesemutan. Kondisi kesehatan serius seperti stroke, sklerosis multipel, atau tumor pada saraf juga bisa menyebabkan kesemutan kronis. Jika disertai gejala lain, seperti kelemahan otot atau sulit bicara, segera cari bantuan medis.

Meski kesemutan sering kali tidak berbahaya, jika terjadi terlalu sering atau berlangsung lama, ini bisa menjadi sinyal tubuh untuk mendapatkan perhatian lebih. Menjaga pola hidup sehat, makan makanan bergizi, dan rutin berolahraga dapat membantu mencegah kesemutan. Jika diperlukan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan solusinya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....