Wamen Dikti Saintek Isi Seminar Nasional di STIE Satria Al Irsyad Purwokerto
- 19 Sep 2026 17:45 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, Ph.D., mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat peran manusia dalam penciptaan, transmisi, dan kurasi pengetahuan di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Hal tersebut disampaikan Stella saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional STIE Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, di Auditorium Putra Sang Fajar, Purwokerto, Sabtu (19/9/2026).
Stella mengatakan, perkembangan AI tidak seharusnya membuat seluruh proses pendidikan dan penciptaan pengetahuan diserahkan kepada teknologi. Menurutnya, perguruan tinggi perlu menjawab pertanyaan mengenai peran manusia dalam menciptakan pengetahuan di tengah perkembangan AI.
Ia menilai, kemampuan manusia untuk mengendalikan dan memanfaatkan AI sangat bergantung pada pengetahuan serta kemampuan berpikir yang dimiliki.
"Kalau pada saat ini semua-semua kita pakai AI, untuk menulis esai kita pakai AI, itu pasti kita tidak bisa mengendalikan AI," ujar Stella.

Selain penciptaan pengetahuan, Stella menekankan pentingnya perguruan tinggi menentukan tujuan dari proses transmisi pengetahuan. Perguruan tinggi perlu memastikan pengetahuan yang diberikan mampu mendukung pengembangan teknologi maupun kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, aspek yang tidak kalah penting adalah kemampuan melakukan kurasi pengetahuan. Perguruan tinggi harus mampu membentuk manusia yang dapat menentukan informasi mana yang penting untuk diketahui, dikembangkan, dan disebarluaskan.
Stella mengingatkan, derasnya arus informasi di era digital justru membutuhkan kemampuan kurasi yang kuat agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks.
"Pengetahuan itu bukan daftar segala sesuatu fakta. Manusia ilmuwan dari dulu itu adalah mengkurasi mana yang penting diketahui dan mana yang tidak perlu diketahui," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Stella juga menyarankan STIE Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto untuk lebih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Ia menilai tidak semua perguruan tinggi harus berkembang menjadi universitas riset berskala besar.
Menurut Stella, penguatan pendidikan vokasi juga dapat menjadi salah satu pilihan misi perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Lebih lanjut, Stella menyoroti pentingnya penggunaan bukti ilmiah dalam menentukan metode pembelajaran yang efektif. Menurutnya, Indonesia masih perlu memperkuat penerapan science of learning atau ilmu tentang proses pembelajaran dalam sistem pendidikan.
"Kita itu tidak menggunakan bukti sains atau belum menggunakan bukti sains untuk menentukan cara belajar apa yang sebenarnya paling efektif," ujarnya.
Stella berharap perguruan tinggi dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengembangkan kemampuan manusia dalam berpikir kritis, menciptakan pengetahuan, serta mengkurasi informasi di tengah perkembangan teknologi AI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....