JCC ke-21 di FMIPA Unsoed Beri Wawasan Baru Bagi Mahasiswa

  • 18 Sep 2026 11:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Penyelenggaraan Joint Conference on Chemistry (JCC) ke-21 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa.

Forum ilmiah internasional tersebut dinilai tidak hanya memperluas wawasan akademis, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset secara global.

Mahasiswa Jurusan Kimia Unsoed, Alethea Fidela mengapresiasi kehadiran pembicara internasional dalam gelaran JCC tahun ini, termasuk Dr. Zhao Kuanbo dari Xiamen University, China. Menurutnya, pemaparan materi dari pakar luar negeri memberikan wawasan mendalam mengenai riset kimia terkini.

"Tidak hanya memberikan materi mengenai perkembangan riset kimia saja, tapi juga memperkenalkan kita sebagai mahasiswa pada perkembangan riset di bidang kelautan dan khususnya di lingkungan," ujar Alethea, Kamis (17/9/2026).

Alethea menambahkan bahwa materi mengenai ekosistem laut, siklus karbon, serta netralitas karbon yang dibahas dalam kuliah umum di ruangannya sangat relevan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Selain itu, informasi seputar program pendidikan dan fellowship ke luar negeri menjadi nilai tambah tersendiri bagi mahasiswa.

"Membuka wawasan kita bahwa ilmu yang kita pelajari itu tidak hanya terbatas pada laboratorium saja, tapi juga dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan khususnya di lingkungan masyarakat," katanya.

Hal senada diungkapkan mahasiswa Kimia Unsoed lainnya, Nur Indah Mustika Dewi. Ia menyampaikan bahwa materi yang didapatkan dari kuliah umum di ruangannya sangat krusial untuk membangun jejaring penelitian dan mengikuti perkembangan teknologi modern.

"Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya untuk bertukar teori, tetapi juga kita bisa membangun hubungan antar negara untuk riset-riset, seperti pemodelan sistem bumi dan integrasi kecerdasan buatan atau AI dalam penelitian kimia lingkungan," ucap Nur Indah.

Nur Indah menyebut edukasi mengenai kimia kelautan membantu mahasiswa semakin menyadari pentingnya menanggulangi dampak perubahan iklim global di kawasan lautan.

Ia menambahkan bahwa pengenalan riset-riset mutakhir dari luar negeri memberikan pandangan baru yang sangat bermanfaat, tidak hanya bagi mahasiswa Kimia tetapi juga disiplin ilmu lainnya.

Nur Indah juga berharap penyelenggaraan JCC pada tahun-tahun mendatang terus berlanjut dengan menghadirkan lebih banyak akademisi dunia untuk memajukan riset sains di Indonesia. (Devi Izzati Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....