Solusi Bangun Indonesia Dorong Konstruksi Hijau
- 15 Sep 2026 16:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas- Perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu dan perubahan pola cuaca, mendorong sektor konstruksi untuk berbenah. Pembangunan gedung dan infrastruktur kini tidak cukup hanya mengutamakan fungsi dan kekuatan bangunan.
Aspek lingkungan, efisiensi energi hingga pengurangan jejak karbon juga menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan. Hal itu mengemuka dalam Indonesia Green Building Festival 2026, Bangun Indonesia: Yogyakarta Chapter yang digelar PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Green Building Council Indonesia atau GBCI di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin 14 September 2026.
Mengusung tema “Living Net Zero”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 yang digelar di lima kota, yakni Bandung, Yogyakarta, Makassar, Denpasar dan Surabaya. Ketua GBCI Yogyakarta Daud Tjondrorahardja mengatakan, penerapan konsep bangunan hijau membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem pembangunan.
Menurutnya, industri bahan bangunan, perencana, pengembang, pemerintah, akademisi hingga masyarakat perlu bergerak bersama agar pembangunan berkelanjutan dapat diterapkan secara lebih luas.
Sementara itu, Product Advocacy Specialist SIG Arief Sutanto mengatakan, industri bahan bangunan memiliki peran penting dalam mendukung transformasi sektor konstruksi menuju pembangunan rendah karbon. Kolaborasi dan inovasi, menurutnya, diperlukan untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.
Salah satunya melalui penggunaan material rendah karbon dan penerapan solusi konstruksi berkelanjutan sejak tahap perencanaan. PT Solusi Bangun Indonesia juga terus mengembangkan proses produksi yang lebih efisien dan rendah emisi.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, peningkatan efisiensi energi, serta penggunaan energi terbarukan.Berbagai inovasi produk juga dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konstruksi sekaligus tantangan lingkungan.
Di antaranya ThruCrete, beton berpori yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah untuk membantu mengurangi genangan, serta SpeedCrete, beton cepat kering yang mendukung percepatan perbaikan jalan. Di Yogyakarta, komitmen pembangunan hijau tersebut salah satunya diterapkan dalam pembangunan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas atau GIK Universitas Gadjah Mada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....