STKIP Majenang Dorong Guru Kuasai Teknologi

  • 11 Sep 2026 11:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap – Dosen STKIP Majenang, Kabupaten Cilacap,mendorong guru sekolah dasar semakin adaptif terhadap teknologi digital. Melalui pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline.

Pelatihan yang digelar di SDN Jenang 02, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori. tetapi setiap guru peserta ditargetkan mampu menghasilkan satu media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Johar Alimuddin, M.Pd., mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran perlu diikuti dengan kemampuan guru merancang media yang menarik dan interaktif. Menurutnya, keterampilan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa sekaligus membuat proses belajar lebih menyenangkan.

“Pelatihan ini bertujuan agar guru dapat memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran sehingga siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar,” kata Johar.

Pelatihan dilaksanakan tim dosen STKIP Majenang yang terdiri atas Dr. Johar Alimuddin, M.Pd., Siti Uswatun Hasanah, M.Pd., dan Rizka Nuzul Islamiyati, M.Pd., dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Hingga 10 September 2026, pelatihan telah berlangsung dua kali, yakni pada 3 dan 10 September, dari tiga pertemuan yang direncanakan. Pertemuan ketiga dijadwalkan 17 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan hingga akhir September untuk memastikan media yang dibuat benar-benar diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Johar mengatakan pendampingan diperlukan agar guru tidak berhenti setelah mampu membuat media pembelajaran, tetapi dapat menggunakannya secara efektif dan mengetahui respons siswa. Guru juga diharapkan mengembangkan media serupa untuk berbagai materi sekaligus membagikan keterampilan tersebut kepada guru lain melalui Kelompok Kerja Guru atau KKG.

“Guru yang sudah terampil membuat media pembelajaran interaktif diharapkan dapat mengembangkan media lainnya untuk materi yang berbeda serta menularkan keterampilannya kepada bapak dan ibu guru di sekolah lain melalui kegiatan KKG,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....