FH UMP Perluas Jejaring Akademik ke Uzbekistan

  • 06 Sep 2026 21:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FH UMP) memperluas jejaring akademik internasional ke kawasan Asia Tengah dengan melakukan lawatan akademik ke Uzbekistan pada 20–24 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, FH UMP menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi pendidikan serta kebudayaan di Uzbekistan. Lawatan ini diarahkan pada pengembangan riset dan publikasi, pertukaran mahasiswa dan dosen, konferensi internasional, serta kegiatan akademik lainnya.

FH UMP diwakili Wakil Dekan, Dr. Yusuf Saefudin, S.H., M.H. Sejumlah institusi yang dikunjungi antara lain Tashkent State University of Law, Academy of Justice, Plekhanov Russian University of Economics, Tashkent State Transportation University, Zarmed University, Islamic Civilization Center in Uzbekistan, dan Samarkand State University.

Salah satu agenda berlangsung di Zarmed University. Dr. Yusuf Saefudin diundang sebagai Guest Speaker dalam kegiatan Scopus Training and Academic Writing.

Dalam forum tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Scientific Integrity on Academic Paper Writing, Cases from Scopus Journals”. Materi membahas pentingnya integritas akademik dalam penulisan karya ilmiah serta praktik penulisan dan publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus.

Kegiatan tersebut diikuti akademisi, peneliti, editor jurnal, dan mahasiswa pascasarjana. Pembahasan mencakup penulisan akademik, publikasi ilmiah, transparansi penelitian, hingga standar editorial jurnal internasional.

Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso mengatakan perluasan jejaring ke Asia Tengah menjadi bagian dari strategi universitas untuk membangun kerja sama akademik lintas negara.

“Internasionalisasi UMP harus menghasilkan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Kehadiran akademisi UMP dalam forum internasional seperti di Zarmed University menunjukkan bahwa dosen kita tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai narasumber dan berbagi keahlian dengan komunitas akademik internasional,” ujarnya.

Menurut Jebul, kerja sama internasional tidak cukup hanya ditandai dengan kunjungan atau penandatanganan dokumen kerja sama. Program yang dibangun perlu diarahkan pada kegiatan akademik yang dapat memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa.

“Kita dorong bukan sekadar international networking, tetapi international impact. Kerja sama harus diturunkan menjadi riset bersama, publikasi internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, visiting professor, konferensi internasional, hingga berbagai program yang memungkinkan mahasiswa UMP memperoleh pengalaman global,” katanya.

Dekan FH UMP mengatakan Uzbekistan menjadi salah satu kawasan yang dinilai memiliki peluang untuk pengembangan kolaborasi akademik. Kerja sama yang dijajaki mencakup joint research, joint publication, pertukaran mahasiswa, academic mobility, guest lecture, visiting lecturer, serta konferensi internasional.

“Kami ingin kerja sama internasional FH UMP bergerak dari sekadar institutional networking menuju academic collaboration,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....